Yansen Alison Binti Ditetapkan Sebagai Tersangka Pembakaran Tujuh Sekolah, Prabowo: Tidak Ada Ampun Untuk Dia!

Yansen Alison Binti Ditetapkan Sebagai Tersangka Pembakaran Tujuh Sekolah

LiputanInformasi.com¬†–¬†Polisi telah menetapkan anggota DPRD Provinsi Kalimantan Tengah, Yansen Alison Binti sebagai tersangka dalang pelaku teror pembakaran tujuh sekolah dasar di Palangka Raya. Politisi Partai Gerindra ini ditahan di Rutan Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat.

Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran mengaku terluka dengan kasus teror pembakaran tujuh sekolah dasar di Palangka Raya. Apalagi itu dilakukan oleh Yansen Binti yang tak lain tim sukses yang mengantarnya memenangkan Pilgub Kalteng.

“Kasus pembakaran sekolah itu, saya sendiri yang paling terluka. Orang-orang yang ditangkap itu tim saya saat Pilkada. Mereka itu abang, saudara saya,” kata Gubernur Sugianto dihadapan para pejabat dan tokoh yang secara khusus diundang di rujab gubernur di Palangka Raya, seperti dilansir Antara, Minggu (10/9) malam.

Sugianto mengaku telah mengenal dan dekat dengan Yansen Binti sejak masih sekolah menengah pertama. Pertemanan yang sudah dijalin sejak lama membuat Sugianto tak percaya saat ada orang yang menjelaskan bahwa Yansen Binti adalah dalang pembakaran sekolah.

“Saya sampaikan, hadapi dahulu secara hukum. Ikuti semua prosesnya. Tidak perlu kita yang aneh-aneh. Jadi, kalau ada yang menyatakan dekat dengan YB, saya lebih dekat,” beber Sugianto.

Terkait hal tersebut, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto telah mendengar kabar ada kadernya yang menjadi dalang pembakaran tujuh sekolah di Palangka Raya, Kalimantan Tengah. Prabowo marah besar dan meminta polisi menindak secara keras.

Yansen Alison Binti Ditetapkan Sebagai Tersangka Pembakaran Tujuh Sekolah
Baca Juga: Muslim Rohingya Mengungsi ke Bangladesh, Ibu Negara Turki Menangis dan Menjanjikan Hal Ini

Sebelumnya, Delapan tersangka, yakni AG alias N, SUR, IG, YDD, YDY, SYT, FH alias OG, ST alias AGT nekat melakukan aksinya karena diiming-imingi uang ratusan juta rupiah. Mereka juga melakukan ritual khusus agar berani saat beraksi dan tak mengaku saat tertangkap.

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Sigit K Yunianto menyatakan pihaknya menyetujui besaran biaya pembangunan tujuh SD yang dibakar periode Juli 2017. Pemerintah Kota menyatakan bahwa dibutuhkan dana sekitar Rp 7,437 miliar untuk pembangunan kembali tujuh SDN yang dibakar.

Wali Kota Palangka Raya, Dr HM Riban Satia juga telah menginstruksikan agar pembangunan seluruh sekolah yang terbakar selesai triwulan pertama 2018. Sementara penganggaran pembangunan sekolah tersebut difokuskan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Palangka Raya mendahului anggaran murni 2018.

“Rencananya sekolah itu akan dibangun menjadi dua tingkat. Kita membuka diri untuk bantuan pembangunan dari pihak lain, tetapi karena ini adalah bencana maka kita bersama Ketua DPRD telah sepakat dapat menggunakan anggaran mendahului APBD Murni 2018,” kata Riban.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *