Warga Diharapkan Lansung Lapor Polisi Jika Menemukan Pengedar Pil PCC

Warga Diharapkan Lansung Lapor Polisi Jika Menemukan Pengedar Pil PCC

Liputaninformasi – Dalam beberapa hari terakhir, publik dihebohkan dengan peredaran pil PCC (Paracetamol Cafein Caristoprodol) yang sudah menewaskan tiga orang remaja di Kendiri, Sulawesi Tenggara. Ketiganya tewas setelah mengonsumsi pil yang peredarannya telah dilarang BPOM ini.

Khusus di wilayah DKI Jakarta, Polda Metro Jaya belum mendapatkan laporan terkait peredaran pil tersebut. “Saya belum dengar itu. Nanti kita cek ke (Ditres) Narkobanya,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono, Jumat (15/9).

Argo juga berharap masyarakat untuk turut membantu melaporkan jika menemukan pengedar pil PCC tersebut. “Masyarakat harus melihat kalau ada orang yang dicurigai melakukan transaksi lapor ke polisi,” ujarnya.

Warga Diharapkan Lansung Lapor Polisi Jika Menemukan Pengedar Pil PCC

Pihak kepolisian juga mengaku akan melakukan penyuluhan-penyuluhan ke wilayah-wilayah untuk antisipasi maraknya peredaran obat yang memiliki efek sangat mematikan. “Polisi juga harus aktif melakukan penyuluhan-penyuluhan ke wilayah-wilayah untuk antisipasi,” ucapnya.

Sebelumnya Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta, Koesmedi Priharto mengatakan pihaknya sering mendapat laporan terkait peredaran PCC ini.

Baca Juga : Akhirnya Tunggakan Akomodasi Eki Febri Sudah Cair, Ini Harapan Atlet Tolak Peluru

Jika ditemukan ada yang masih menjual bebas maka izi apotekernya akan lansung dicabut. ”Ada yang diingatkan. Ada yang dicabut izin praktik,” ujarnya. Sampai saat ini, Koesmedi tidak mengatakan sudah berapa banyak jumlah apoteker yang sudah dicabut ijinya.

Dia mengatakan PCC termasuk jenis narkoba. Efek sampingnya pun sama seperti yang dialami para pemuda di Kendari. “Sejenis narkoba yang punya efek seperti yang diberitakan,” ujarnya singkat.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *