Susah Tidur bukan Berarti Seseorang Terkena Penyakit Insomnia

Kualitas tidur seseorang perlu di jaga demi terhindar dari penyakit Insomnia

LiputanInformasi Insomnia adalah suatu penyakit susah tidur yang gejalanya di mulai dari telat tidur ataupun bisa karena stress di dalam diri. Gejala ini biasanya sering diikuti gangguan fungsional saat bangun. Insomnia sering disebabkan oleh adanya suatu penyakit atau akibat adanya permasalahan psikologis.

Insomnia menjadi gangguan tidur yang paling umum ditemukan. Ini merupakan gangguan tidur yang meliputi kesulitan memulai tidur, mempertahankan tidur, atau bangun tidur terlalu dini di pagi hari.

Penyakit insomnia menyebabkan penderitanya tidak bisa tidur atau kesulitan masuk tidur. Atau dia bisa masuk tidur, namun sering terbangun.

“Tidurnya menjadi dangkal dan tidak berkualitas. Insomnia ini disertai efek di pagi hari. Mudah mengantuk, gangguan perilaku, sensitif, mudah marah, atensi, dan kualitas kerja menurun.

Namun, ada pula yang mengatakan jika orang yang baru tidur saat menjelang dini hari termasuk ke dalam insomnia. Pola tidur seperti ini dikategorikan sebagai gangguan irama sirkadian.

Insomnia menjadi penyakit yang banyak di derita orang di seluruh dunia

Irama sirkadian merupakan irama tubuh yang disamakan dengan perputaran bola dunia. Di mana siang hari digunakan untuk bekerja, sedangkan malam untuk tidur.

Tidak seperti insomnia yang tidak bisa tidur, gangguan irama sirkadian adalah tidak ingin tidur karena melakukan satu aktivitas misalnya game atau bekerja. Saat ia ingin tidur, siklus tidurnya bisa berjalan dengan normal dan kemungkinan tidak terjadi efek ketika bangun keesokan harinya.

Meski kebutuhan tidurnya terpenuhi, gangguan irama sirkadian juga memiliki efek. Mereka yang mengalami gangguan ini tidak akan mendapatkan manfaat tidur malam. Sebaiknya tetap gunakan waktu tidur di malam hari untuk tidur.

“Itu bisa diprogram. Yang penting tidur dahulu 2-3 jam kemudian bangun kemudian kerja kembali, itu sudah terpenuhi kebutuhan tidurnya. Kualitas kerja pun jadi bagus, daripada memaksakan tidak tidur. Bagaimana pun otak memiliki nilai ambang lelah. Jika dipaksakan dampaknya adalah banyak terjadi kecelakaan.

Untuk mengobati penyakit ini di butuhkan bantuan medis ataupun psikologis. Salah satu terapi psikologis yang paling efektif menangani penyakit ini adalah terapi kognitif. Terapi ini mengajarkan pasien untuk memperbaiki kebiasaan tidurnya dan menghilangkan kebiasaan tidur yang tidak bagus.

Para penderita penyakit ini bergantung pada obat tidur dan obat penenang untuk bisa beristirahat. Dengan mengkkonsumsi obat obatan tersbut membuat kesadaran Psikis tentang tanpa adanya obat tersebut mereka tidak dapat tidur. Hal tersebut sangat merusak kesehatan dan psikologis sesorang.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *