Berulang Kali Nelayan Indonesia Ini Sudah Di Tangkap

Sudah Berulang Kali Ditangkap, Nelayan Ini Tak Kapok Masuk Perairan Australia

liputaninformasi -Pemerintah Australia kembali mendeportasi Ucok Bahar yang sudah berulang kali di tangkap di perairan Australia,dan nelayan berasal dari Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). Ucok di ketahui sudah lima kali di tangkap di perairan Australia, namun ia sperti tak kapok untuk masuk perairan Negeri Kanguru.

Ucok di tangkap di Australia atas tuduhan menangkap ikan secara ilegal (ilegal fishing) di wilayah perairan negara tetangga itu.

Kepala Seksi Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan perikanan Dinas perikanan dan Kelautan Provinsi NTT, Saleh Goro mengatakan, pemulangan Ucok Bahar kali ini merupakan pemulangan tahap empat yang di lakukan pemerintah Australia terhadap nelayan indonesia, yang di tuduh memasuki wilayah perairan negara itu secara ilegal untuk mencari biota laut.

Berdasarkan koordinasi dengan Australian Border Force (ABF) dan Australian Fisheries Management Authority (AFMA) di Darwin, Konsultan RI Darwin telah memperoleh konfirmasi rencana pemulangan tahap IV untuk satu nelayan/ABK yaitu Ucok Bahar, melalui Bandara EL Tari Kupang.

Dia mengatakan, dengan rencana pemulangan Ucok Bahar, maka saat ini sudah tidak ada lagi nelayan atau anak buah kapal (ABK) WNI yang berada di detensi sementara imigrasi di Darwin, Northem Territory.

Sudah Berulang Kali Ditangkap, Nelayan Ini Tak Kapok Masuk Perairan Australia

Saleh Goro menjelaskan, Ucok Bahar telah selesai menjalani hukuman penjara di negara tetangga itu atas tuduhan kasus ilegal fishing.

Dia juga merasa heran karena sudah lima kali Ucok Bahar di tangkap oleh petugas keamanan perairan Australia karena kasus yang sama. “Teman-teman wartawan bisa tanya langsung kepada yang bersangkutan, kalau sudah tiba di Kupang, “katanya.

Saleh Goro menolak berkomentar soal alasan hidup baik dan mendapat upah selama di penjara karena di perlakukan sebagai tenaga kerja, sehingga memotivasi Ucok untuk membuat pelanggaran di wilayah perairan Australia.

“Memang dalam penjara, mereka diberi makan dan perkerjaan membersihkan kaca dan lainnya dan mendapat upah, tetapi apakah itu menjadi alasan untuk membuat pelanggaran supayah bisa kembali ke Australia, saya tidak tahu,” katanya menjelaskan.

Dia meminta agar sebaiknya masalah tersebut ditanyakan langsung kepada yang bersangkutan setelah tiba di Kupang.

Pada Mei 2016 lalu, Pemerintah Australia memulangkan empat nelayan Indonesia asal Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Empat orang yang di pulangkan itu merupakan sepuluh nelayan yang di tangkap petugas perairan Australia karena terlibat illegal fishing pada januari 2016 lalu. Mereka terdiri dari sembilan oABK KM Sumber Rejeki dan satu nelayan KM Masrawati.

Dan keempat nelayan ini berulang kali ditangkap, nelayan ini tak kapok masuk perairan Australia meski sudah di tangak berulang kali dan sudah ke empat kali nya merak di pulangkan dan sudah pernah di penjara di Negara Australia.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *