Seorang pemuda Samarinda membakar rumah pamannya hanya karena tidak di berikan uang sebesar 25.000 ribu

Seorang pemuda Samarinda membakar rumah pamannya hanya karena tidak di berikan uang sebesar 25.000 ribu

Liputaninformasi – Seorang pemuda Nuryadi alias Yudi (21) yang tinggal menumpang di rumah pamannya tega membakar rumah pamannya hanya karena kesal minta uang Rp 25 ribu tapi tidak dikasih.

Yudi dibekuk di rumah ibunya, kawasan Sambutan, Samarinda, Selasa (6/2) sore. Peristiwa itu, berawal dari kebakaran yang menghanguskan sebuah rumah, di Jalan Wiraswasta, Gang Wirakarya RT 07, kelurahan Sidodadi.

Di tengah kobaran api, beredar kabar, kalau rumah itu sengaja dibakar. Polisi tidak tinggal diam, dan memastikan kebenaran kabar itu. Salah seorang tetangga dekat Yudi, sempat berbincang bersama Yudi.

“Jadi tetangga pelaku ini, bertemu dan ngobrol dengan Yudi. Mereka asik ngobrol, lalu lewat mobil pemadam. Kata temannya itu, ada kebakaran. Nah, dijawab oleh pelaku, ya saya yang bakar, kata Kapolsekta Samarinda Ulu Kompol Raden Sigit Hutomo,

Dari keterangan itu, Yudi dicari polisi, hingga akhirnya menemukan keberadaannya di kawasan Sambutan, Samarinda Ilir. “Kita amankan, kita bawa ke kantor,” ujar Sigit.

Menurut Sigit, pelaku membakar rumah pamannya itu, lantaran kesal 2 hal. Pertama, pelaku meminta pamannya untuk menelponkan ke orangtuanya, namun tidak dilaksanakan sang paman.

“Kedua, minta uang Rp 25 ribu buat main games judi poker, tidak dikasih. Pelaku, membakar rumah itu, lalu pergi,” ungkap Sigit.

Dengan perkara ini Yudi dikenakan pasal 187 KUHP, lantaran rumah itu dibakar dengan sengaja oleh pelaku.

Yudi sendiri, memang kesal dengan pamannya. Puncaknya, dia nekat mengisi botol mineral dengan minyak tanah, dan menyiramkannya ke lemari yang ada di ruang tamu rumah. “Saya cuma berdua dengan om saya, lagi di belakang. Habisnya, saya bilang rumah saya bakar, malah dibilang bakar saja sama paman,” kata Yudi.

Lantas, buat apa uang Rp 25 ribu itu, sehingga kesal dan membakar rumah? “Minta uang cuma buat main di warner aja,” sebut Yudi, yang sehari-seharinya jadi pemuda pengangguran.

Hebohnya Yudi sempat live streaming di salah satu akun komunitas Facebook Samarinda, usai membakar rumah pamannya. Yudi pun jadi cemoohan netizen. “Ya, waktu setelah saya bakar, ada teman dekat saya juga sempat live streaming dari handphone. Dibilang, saya habis bakar rumah,” ungkap Yudi tanpa penyesalan

Untuk informasi menarik lainnya klik disini.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *