SEA Games Terburuk Sepanjang Sejarah Indonesia, Dibandingkan Dengan Zaman Pak Soeharto Buat Melongo

SEA Games Terburuk Sepanjang Sejarah Indonesia

LiputanInformasi.com – SEA Games tahun 2017 di Malaysia telah usai dengan menyisakan pil pahit bagi Indonesia. Sepanjang keikutsertaan Indonesia di SEA Games sejak tahun 1977, inilah prestasi terburuk yang diraih Indonesia.

Indonesia hanya meraih peringkat kelima dengan perolehan 38 medali emas, 63 medali perak, dan 90 medali perunggu. Hal itu menjadi catatan terburuk di dalam sejarah Indonesia atas keikutsertaan di ajang olahraga SEA Games. Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi langsung meminta maaf atas capaian yang tidak memuaskan ini.

Ditambah lagi Sebuah curahan hati atlet tolak peluru putri Indonesia, Eki Febri Ekawati, menjadi viral di media sosial. Eki Febri mengaku belum mendapat uang makan dan akomodasi selama persiapan SEA Games 2017.

Eki Febri merupakan salah satu peraih medali emas untuk Indonesia di ajang SEA Games 2017. Pada Jumat (25/8), Eki Febri meraih emas dari cabang tolak peluru dengan catatan lemparan 15,39 meter.

“Saya atlet peraih emas SEA Games 2017. Uang akomodasi (makan, penginapan, dll) belum juga dibayar dari bulan Januari-Agustus. Padahal SEA Games sudah hampir selesai. Gimana mau maju? Birokrasi dan sistem olahraga di Indonesia yang ribet,” tulis Eki Febri melalui Instagram.

Capture

SEA Games Terburuk Sepanjang Sejarah Indonesia
Baca Juga: Korut Akan Terus Melakukan Uji Coba Nukril Walaupun Dikutuk PBB

Sementara itu, ada kisah menarik di era Presiden Soeharto soal pencapaian Indonesia di SEA Games. Zaman Orde Baru, Indonesia selalu jadi langganan juara umum SEA Games.

Saat itu jangankan juara kelima, peringkat kedua pun sudah dianggap aib. Bahkan sampai Presiden Soeharto merasa risau melihat hal itu. Menpora Abdul Gafur langsung dipanggil untuk memberikan laporan lengkap soal turunnya peringkat Indonesia di SEA Games.

Diketahui saat itu atlet Indonesia mampu meraih 183 medali emas, 136 medali perak dan 84 perunggu. Total 403 medali dipersembahkan untuk Indonesia di SEA Games kala itu. Bandingkan dengan juara kedua Thailand yang hanya mendapatkan 63 medali emas dan Malaysia yang dapat 35 medali emas.

Prestasi ini terus dipertahankan disetiap SEA Games. Indonesia terus juara umum, kecuali tahun 1995 di Bangkok. Tahun 1997 Indonesia kembali merebut juara umum. Namun kabar sedih sejak era reformasi, MF Siregar mengaku sedih melihat prestasi Indonesia yang tahun ketahun terus menurun.

Kesedihan itu bertambah ketika Indonesia meraih peringkat tiga dan empat tetapi Indonesia menganggap hal tersebut adalah hal yang biasa.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *