PT Freeport Indonesia Merumahkan dan Memberikan Gaji Pokok Kepada 3.340 Karyawan

LiputanInformasi.com – PT Freeport Indonesia adalah sebuah perusahaan afiliasi dari Freeport-McMoRan Copper & Gold Inc.. Menambang, memproses dan melakukan eksplorasi terhadap bijih yang mengandung tembaga, emas, dan perak, itulah yang dilakukan perusahaan tersebut.

Tetapi sekarang perusahaan tersebut sudah tidak mendapatkan izin dari pemerintah lagi untuk melakukan ekspor konsentrat ke luar negeri.  Karena hal tersebut sudah 3.340 karyawan PT Freeport Indonesia dan perusahaan subkontraktornya telah dirumahkan dan kena pemutusan hubungan kerja (PHK).

Adapun perusahaan-perusahaan subkontraktor Freeport, sebagian telah melakukan PHK karyawan. Vice President PT Freeport Indonesia Bidang Security & Risk Management Amirullah di Timika mengatakan, PT Freeport Indonesia menempuh kebijakan efisiensi dengan cara merumahkan sebagian pekerjanya semenjak pertengahan Februari 2017.

Amirullah mengatakan karyawan yang dirumahkan hanya menerima gaji pokok. PT Freeport pun telah mengirim kembali konsentratnya ke pabrik smelter di PT SMelting Gresik, Jawa Timur.

Pabrik pengolahan biji Freeport yang berlokasi di Mil 74, Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua akan kembali beroperasi aktif mulai 21 Maret. Konsentrat Freeport yang diolah dari pabrik pengolahan Mil 74, Tembagapura, dialirkan melalui pipa ke wilayah dataran rendah Mimika untuk ditampung di kawasan pelabuhan Portsite Amamapare.

PT Freeport Indonesia – BACA JUGA >>> Jessica Wongso Menangis Bandingnya Ditolak, “Kenapa Bapak Ngomong Begitu?”

Sementara itu jajaran Papua Affairs Department (PAD) yang khusus mengurus karyawan asli Papua yang bekerja di PT Freeport kini mulai melakukan sosialisasi ke istri-istri karyawan asli Papua, tentang situasi dan kondisi yang dihadapai PT Freeport.

“Karyawan yang dirumahkan diberikan cuti kerja di tempat asalanya, mereka tidak di PHK. Sekarang ada pengumuman baru dari perusahaan bahwa karyawan yang dirumahkan diberikan kebebasan untuk memilih paket yang ditawarkan perusahaan. Paket yang ditawarkan perusahaan berupa pengakhiran hubungan kerja secara sukarela dimana perusahaan akan membayar hak-hak pekerja yang mengundurkan diri tersebut,” kata Senior Manajer PAD PT Freeport Soleman Faluk.

Hal ini terjadi dikarenakan perusahaan-perusahaan subkontraktor tersebut sudah tidak lagi mendapatkan proyek dari Freeport.

Selama ini PT Freeport Indonesia menyerap tenaga kerja lokal (Indonesia) sebanyak 32.608 orang dan tenaga kerja asing 844 orang. Dari total 33.452 tenaga kerja tersebut, sebanyak 12.184 orang merupakan karyawan PT Freeport dan 21.286 lainnya pekerja kontraktor.

Lalu, dari total 33.452 pekerja itu, orang asli Papua mencapai 8.413 orang atau 25,15 persen dan pekerja Indonesia non-Papua sejumlah 24.195 orang atau 72,33 persen. Adapun dari komposisi karyawan permanen Freeport, sebanyak 4.357 atau 35,76 persen di antaranya merupakan pekerja asli Papua dan sisanya merupakan karyawan non-Papua.

Sumber: merdeka

Read more: Gantung Diri Secara Live di Facebook, Video Indrawan Buat Takut

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *