Proses Pembersihan Etnis di Myanmar Membuat Banyak Negara Prihatin, Ini Pesan Haru Baser!

Proses Pembersihan Etnis di Myanmar

LiputanInformasi.com – Pemimpin Myanmar, Aung San Suu Kyi membantah pernyataan bahwa Myanmar sedang melakukan pembersihan etnis di sana. Suu Kyi mengatakan bahwa ada teroris yang berada di balik situasi ini.

Dalam sebuah pernyataan terbuka, dia menyampaikan bahwa pemerintah masih mencari tahu apa masalah yang sebenarnya dialami warga muslim Rohingya. Dia juga menyebut bahwa mayoritas warga muslim Rohingya tidak terkena dampak kekerasan yang terjadi di desa-desa mereka, meski bukti menunjukkan sebaliknya.

Sementara itu, para pengungsi yang berhasil membebaskan diri dari kekerasan tersebut mulai buka suara. Mereka menyatakan bahwa penolakan terhadap mereka membuat mereka harus rela kehilangan rumah dan anggota keluarga di tempat yang sudah ditinggali oleh pendahulu mereka sejak beberapa generasi.

Berdasarkan informasi yang didapat dari laman CNN, Selasa (19/9), pengungsi Rohingya yang melarikan diri ke Bangladesh menyuarakan isi hatinya kepada pemimpin Myanmar, Suu Kyi. Salah satunya adalah Baser.

Proses Pembersihan Etnis di Myanmar
Baca Juga: Pengungsi Rohingya di Indonesia Menertawakan Indonesia Miskin, Berikut Videonya!

Baser yang diketahui berumur 45 tahun adalah seorang tetua desa yang sebelum mengungsi pernah mendorong orang-orang di desanya agar tetap tenang dan tidak melawan. Baser mengatakan kalau Suu Kyi adalah satu-satunya orang yang harus bertanggung jawab atas krisis ini.

“Apa yang dilakukan Aung San Suu Kyi sangat tidak baik. Saya bahkan tidak punya kata-kata lain untuk menggambarkan kekerasan yang terjadi saat ini. Sebagai pemimpin, Suu Kyi jelas-jelas menyiksa kami,” ujar Baser.

Sebelumnya diketahui krisis kemanusian telah terjadi di Negara Bagian Rakhine, Myanmar. Semua warga Muslim Rohingya harus meninggalkan negara yang selama ini ditinggali karena Myanmar diketahui sedang melakukan pembersihan etnis besar-besaran disana.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *