Pria Pencuri Ampli Dibakar Massa di Bekasi, Polisi Tetapkan 2 Tersangka

Pria Pencuri Ampli Dibakar Massa di Bekasi

LiputanInformasi.com – Muhammad Alijahra alias Zoya (30) tewas mengenaskan setelah dipukuli massa lalu dibakar di Kampung Muara Bakti, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, pada Selasa (1/8/2017).

Terkait hal tersebut. pengurus musala, Zainul Arifin menyebutkan bahwa amplifier hilang setelah seumlah warga disana selesai melaksanakan ibadah salat Ashar. Bahkan, ampli tersebut sempat dipakai untuk adzan Ashar.

Saat itu, Zainul yang sudah pulang ke rumah, kembali lagi ke musala untuk mencoba mikrofon baru. Namun, saat dicoba, tidak ada terdengarnya suara dari pengeras suara yang berada di atas musala. Zainal pun segera memeriksa ampli yang berada di dalam ruangan samping kiri imam. Zainul terkejut karena tidak menemukan amplinya.

Selang 20 menit kemudian atau sekitar pukul empat sore, Zainul mendapatkan informasi bahwa pencuri ketahuan. Zainul kemudian diminta melihat untuk memastikan bahwa ampli tersebut benar milik musala.

Setelah terbukti mencuri, pelaku kemudian dipukuli warga dan di bakar hidup-hidup hingga kondisi pelaku sangat mengenaskan. Lokasi pembakaran pelaku hanya  berjarak tiga kilometer dari musala atau di sekitar Pasar Muara Bakti.

Pria Pencuri Ampli Dibakar Massa di Bekasi, Polisi Tetapkan 2 Tersangka
Baca Juga: Berikut Beberapa Jamaah Indonesia Yang Meninggal Di Madinah

Akibat hal tersebut, polisi sedang menyelidiki warga yang membakar pria pencuri amplifie tersebut.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono menyampaikan Polres Bekasi sudah memeriksa delapan saksi lebih. Dua saksi sudah jadi tersangka. NMH dan SH yang berprofesi sebagai wiraswasta dan security di Bekasi.

“Mereka berdua sudah dinyatakan sebagai tersangka. Karena NMH menendang diperut korban sebanyak satu kali dan menendang di punggung sebanyak dua kali. Begitu pun tersangka SH menendang punggung korban 2 kali,” kata Argo.

Saat ini pihak kepolisian masih melakukan pengembangan terhadap pelaku lain. Termasuk pelaku yang membawa bensin dan korek. Pihak kepolisian juga masih belum bisa memastikan jumlah orang yang ikut memukulnya.

“Masih dalam pndalaman penyidik, berapa jumlahnya. Dari dua ini akan kami kembangkan, kira-kira siapa saja,” kata Argo. Pasal yang disangkakan yaitu Pasal 170 dengan ancaman di atas 5 tahun yaitu mengenai pengeroyokan yang mengakibatkan kematian.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *