Pria Asal Riau Ingin Meledakkan ATM di Surabaya Karena Kalah Main Saham

Pria Asal Riau Ingin Meledakkan ATM di Surabaya

LiputanInformasi.com – Widodo Saputro adalah pria asal Kepulauran Riau yang diduga ingin meledakkan mesin ATM yang berada di Kota Surbaya. Widodo yang diketahui berumur 29 tahun ini diamankan saat ia berhenti mendadak didekat mesin ATM di Jalan Darmo Harapan.

Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Leonard Sinambela mengatakan, penangkapan tersangka ini bermula dari kecurigaan polisi yang melihat sebuah mobil berhenti mendadak di Jalan Darmo Harapan. Awalnya pelaku mengaku bahwa mobilnya mogok.

Hendak membiarkan Widodo, salah satu anggota melihat kejanggalan yaitu Widodo terlihat sangat panik dan gugup ketika menjawab pertanyaan dari AKBP Leonard. Kecurigaan itu pun akhirnya membuat polisi melakukan pengecekan di dalam mobil pelaku tersebut.

Ternyata kekhawatiran petugas terlihat, di dalam mobil milik pelaku tersebut ditemukan bahan-bahan yang biasa digunakan untuk membuat ledakan. “Di mobil tersebut kita temukan, ada kabel, zippo premium sebagai pemantik api, selang regulator, dan juga oksigen,” kata Leonard.

Pria Asal Riau Ingin Meledakkan ATM di Surabaya
Baca Juga: Program Suplai Listrik Jokowi Sudah Mencapai Wilayah Aceh

Karena tak ingin terjadi apa-apa di Kota Surabaya, polisi pun segera mengamankan pelaku. “Saat kita interogasi, dia ngaku mau buat ledakan di ATM. Dia berharap dengan ledakan itu, boks uang di ATM akan lepas,” ungkap Leonard.

Sejauh ini, masih kata Leonard, dari hasil penyidikan sementara, motif aksi yang hendak dilakukan tersangka, masih percobaan pencurian uang di ATM. “Belum ke arah motif terorisme,” tandasnya.

Sementara tersangka mengaku, memang sengaja ingin meledakkan beberapa ATM di Surabaya karena terlilit utang Rp 1 miliar di Singapura. “Saya main saham dan valas di Singapura. Karena kalah terus utang saya numpuk,” akunya ke penyidik.

Selama di Singapura, akunya lagi, dia belajar membuat bom dengan daya ledak yang tidak menimbulkan api. Ilmu membuat bom ini akan dipraktikkan tersangka di Surabaya. Alasannya, mesin ATM di Surabaya tidak ada penjaganya dan sepi.

“Waktu masih di Singapura, saya pikir ATM di Surabaya sepi, saya bisa dapat uang banyak dengan cara meledakkan boks uangnya,” tutup tersangka.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *