Polda Metro Jaya Angkat Bicara Tentang Permintaan Kuasa Hukum Ahmad Dhani

Polda Metro Jaya Angkat Bicara

Liputaninformasi – Kuasa Hukum Ahmad Dhani, Alamsyah Hanafiah meminta agar kasus yang sedang menimpa Kliennya itu segera dihentikan. Mendengar pernyataan tersebut, Polda Metro Jaya angkat bicara dan menanyakan kembali bagaimana cara untuk menghentikannya. “Hentikan bagaimana? Kan ada syarat sendiri,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono, di Mapolda Metro Jaya, Rabu (22/2). Seperti yang kita ketahui, bahwa Ahmad Dhani diduga telah menghina presiden Jokowi  saat aksi 411 di depan istana.

Argo juga menjelaskan bahwa pihaknya juga tidak bisa sembarangan mengeluarkan Surat Perintah Penghentian Penyelidikan (SP3). “SP3 itu kalau pertama tersangka mati. Kedua, kedaluwarsa dan tidak cukup bukti,” kata Argo.

Polda Metro Jaya Angkat Bicara

Bahkan dalam kasus tersebut, Argo juga sudah mendapatkan bukti yang kuat untuk menetapkana Ahmad Dhani menjadi tersangka. Sehingga sangat tidak masuk akal apa diminta oleh kuasa hukum Ahmad Dhani, sebab berkasnya sampai saat ini masih terus dilengkapi penyidik. “Nyatakan sekarang sudah kita berkaskan. (Penyidikan) masih (berlanjut),” pungkasnya.

Baca Juga :
Gubernur DKI Jakarta di Minta Segera di Nonaktifkan Oleh Gerindra
Chappy Hakim Resmi Mengundurkan Diri Dari Jabatan Presiden Direktur PT Freeport Indonesia

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Alamsyah Hanafiah, selaku pengacara Ahmad Dhani, menyampaikan pihaknya berencana mengajukan surat permohonan agar polisi bisa menghentikan kasus yang menimpa Kliennya. Selain itu, dia juga sebagai kuasa hukum Ratna Sarumpaet juga meminta hal yang sama. “Ada rencana juga dari Ahmad Dhani. Cuma secara lisan sudah kami sampaikan,” kata Alamsyah di Polda Metro Jaya, Selasa (21/2) kemarin.

Alamsyah mengatakan sekarang dia hanya menunggu kepastian dari Kliennya, Ahmad Dhani untuk mengirimkan permohonan tertulis untuk meminta pihak penyidik menerbitkan SP3. “Saya lagi tinggal mengontak Pak Ahmad Dhani lagi karena kan kemarin ini beliau sibuk sekali untuk kampanye,” kata dia.

Alamsyah juga menegaskan bahwa, jika polisi tidak menemukan dua alat bukti yang signifikan, maka kasus harus segera diberhentikan. “Tapi tanpa dimohonkan SP3, kalau memang hasil penyelidikan tidak cukup dua alat bukti bisa saja dihentikan polisi tanpa ada permohonan. Kalau obyektif, kami lihat ada tidak dua alat bukti itu, kalau tidak dihentikan,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *