Pola Berpikir Yang benar, Dan Tinggalkan Cara Berpikir konservatif

Pola Berpikir Yang benar

Pola Berpikir Yang benar – Setiap orang yang memiliki pemikiran terbuka dapat menikmati perbedaan orang lain, apapun sudut pandang mereka. Keterbukaan pikiran adalah tentang penerimaan terhadap berbagai prinsip dan opini. Dan karena memiliki pemikiran terbuka, mereka terbuka dengan segala wawasan, kemungkinan dan sudut pandang yang ada diluar sana. Walaupun  mungkin berbeda dengan apa yang mereka percayai. Orang yang berpikir secara statis menganggap kesuksesan sebagai hasil dari sebuah kecerdasan. Sedangkan orang yang berpikiran terbuka melihat tantangan dan kegagalan adalah hal yang biasa.

Orang yang memiliki pemikiran terbuka selalu optimis dalam bertindak. Berpikir secara optimis dapat membantu sesuatu pekerjaan yang akan dihadapi “pasti” bisa di lakukan dan bukan “mungkin” bisa dilakukan. Pola berpikir seperti itu melatih kita untuk tidak menyerah dan bertanggung jawab untuk harus “bisa” dilakukan. Kita menjadi lebih berani untuk masuk ke dalam suatu tantangan dan melatih memeras otak untuk dapat mewujudkan tekad.

Tinggalkan Cara Berpikir Konservatif.

Tinggalkan cara berpikir konservatif. Bagi kaum konservatif perubahan adalah tabu, yang menjadikan mereka khawatir mengalami kerugian, bahkan dianggap ancaman. Dikarena telah terbiasa nyaman dan menguntungkan dengan keadaan yang lama. Mulailah berpikir dinamis, inovatif hingga terbiasa dengan pola berpikir yang efisien. Dan juga Selalu terbuka terhadap segala macam masukan. Dimana hal tersebut yang merupakan bahan mentah yang bisa kita olah menjadi sesuatu yang baru, inovatif, dan kreatif.

Hindari Gengsi

Hindarkan pola berpikir “gengsi”. Seperti halnya pola pikir konservatif, gengsi adalah penghambat besar untuk orang-orang yang ingin berpikir kreatif. Wajar memang orang merasa malu melakukan hal-hal yang sepertinya bukan merupakan levelnya. Namun tentunya kita lebih mengagumi seseorang yang berani action dengan segera.  Daripada orang yang hanya jalan di tempat sambil menunggu kesempatan menghampiri tanpa berbuat apa-apa. Dimana gak itu hanya karena gengsi melakukan yang dalam pikirannya “malu-maluin” atau sepele. Perlu disadari, sesuatu yang besar dimulai dari yang kecil atau sederhana.

Jagalah kuantitas dan kualitas pekerjaan. Sudah saatnya berpikir bahwa suatu pekerjaan atau teknologi akan selalu berubah ke arah yang lebih baik dan efisien. Kita pun yang ingin berpikir kreatif jangan cepat merasa puas dengan hasil yang ada. Kualitas yang baik mencerminkan keterampilan dalam bekerja, dan bekerja dengan baik mencerminkan kualitas kita dalam berpikir. Semakin tinggi kualitas hasil kerja, semakin tinggi kualitas dalam berpikir.

Baca Juga Berita dan Informasi Terkini lainnya Hanya Disini

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *