Pihak Luar Keberatan Atas Putusan Ahok, “Mereka Tahu Apa Tentang Indonesia,” Fadli Zon

Pihak Luar Keberatan Atas Putusan Ahok

LiputanInformasi.com – Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara memutuskan untuk memberikan hukuman penjara selama dua tahun kepada Basuki Tjahaja Purnama karena terbukti melakukan penistaan/penodaan agama saat berbicara di Kepulauan Seribu soal Surat Al-Maidah ayat 51.

Putusan tersebut bukan hanya mengundang reaksi dari masyarakat Indonesia, tetapi kasus Ahok ini juga mengundang perhatian dunia. Salah satunya adalah Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Moazzam Malik.

Moazzam Malik menganggap kalau putusan hakim tersebut adalah putusan yang fatal. Menurutnya, Ahok bukanlah sosok yang seperti disebutkan oleh hakim. “Saya kenal pak Basuki. Saya mengagumi kerjanya untuk Jakarta. Percayalah kalau beliau bukan anti Islam. Saya mendoakan Bu Vero dan beserta anak-anaknya. Para pemimpin harus menjaga toleransi dan kerukunan,” cuitan Moazzam di akun media sosial Twitternya.

Pihak Luar Keberatan Atas Putusan Ahok

Read More: Basuki Tjahaja Purnama di Penjara Selama 2 Tahun, Ini Kata Presiden Jokowi

Begitu juga dengan lembaga pembela hak asasi “Amnesty International”, ia berpendapat bahwa vonis yang diberikan kepada Ahok akan menodai reputasi Indonesia sebagai negara toleran. “Vonis itu membuktikan tidak adilnya pasal penodaan agama di Indonesia dan pasal itu harus segera dicabut,” kata Direktur Amnesti International untuk Asia Tenggara dan Pasifik Champa Patel.

Terkait komentar keberatan tersebut, Wakil Ketua DPR Fadli Zon pun angkat bicara atas protes/keberatan negara-negara luar. Dia meminta mereka mengurus masalah negaranya masing-masing dan tak ikut campur urusan dalam negeri Indonesia.

“Mereka itu ngawur tahu apa mereka tentang Indonesia. Mereka urusin saja negara masing-masing itu negaranya saja enggak beres kok. Jadi enggak usah ikut campur urusan dalam negeri dan urusan hukum di Indonesia,” kata Fadli di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (10/5/2017).

Tak hanya itu, Fadli balik melakukan sindiran terhadap negara-negara luar itu yang sebenarnya justru sering melakukan diskriminisasi terhadap warga negara mereka sendiri.

“Itu kan mereka yang intoleran kan mereka yang banyak sekali melakukan diskriminisasi kepada warga negara mereka sendiri. Amnesty International ini apa mengerti apa dia urusin aja itu Aleppo Libya, Irak dan sebagainya,” lanjutnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *