Perceraian Membuat Wanita Malu dan Minder

Perceraian Membuat Wanita Malu dan Minder

LiputanInformasi – Perceraian Membuat Wanita Malu dan Minder untuk berada di dalam Masyarakat

Perceraian adalah berakhirnya suatu pernikahan. Saat kedua pasangan tak ingin melanjutkan kehidupan pernikahannya. Setiap orang di dunia tidak mengharapkan hal ini karena memalukan serta perceraian juga di anggap merupakan ketidakmampuan dalam membangun rumah tangga.

Penyebab perceraian biasa nya adalah karena ketidak harmonisan dalam rumah tangga. Hal ini merupakan hal yang paling kerap di kemukakan oleh pasangan suami istri hal hal yang menyebabkan ini terjadi antara lain, krisis keuangan, krisis moral dan adanya orang ketiga.

Krisi moral/ tanggung jawab hal keduan lainnya adalah karena krisis moral atas lalainya tanggung jawab antara kedua pasangan suami istri. Hal itu juga bisa terjadi poligami yang tidak sehat, penganiayaan, pelecehan dan keburukan perilaku lainnya yang dilakukan baik oleh suami ataupun istri, mabuk, berzinah, terlibat tindak kriminal, bahkan utang piutang.

Perzinan juga menjadi alasan perceraian terjadi melakukan hubungan sesksial di luar nikah baik yang di lakukan oleh suami atau pun istri. Pernikahan tanpa cinta juga memicu perceraian bisa terjadi hal ini bisa terjadi karena perjodohan tanpa di dasari cinta kedua belah pihak. Alhasil ketika sudah menikah kedua belah pihak tidak mendapatkan kebahagiaan sejati.

Permasalahan perkawainan juag mendorong hal ini terjadi. Setiap pasangan yang telah menikah pasti selalu menghadapi masalah masalah ataupun gejolak gejolak dalam proses kehidupan. Percecokkan yang belarut larut yang tidak dapat di damaikan dengan demikian salah satu pihak mencari kebahagian sendiri yang memicu perselingkuhan.

Perceraian Membuat Wanita Malu dan Minder untuk berada di dalam Masyarakat

Untuk menghindari hal ini kedua pasangan harus bisa menghargai keputusan masing masing seperti ketebukaan antara sumai dan istri, Berusaha selalu menghargai pasangan, Permasalahan keluarga di selesaikan dengan sebaik baiknya, Saling menyayangi antara pasangan,

Dalam hal ini yang paling di rugikan adalah para wanita, mengapa demikian perceraikan dianggap hal yang tidak pantas untuk di lalkukan seperti Melingkari nilai suci pernikahan, perceraian tidak selamanya buruk dan bagus untuk di banggakan mengapa demikian semua hal perlu di diskusikan dan di pikirkan matang matang saat seseorang bercerai ia sama saja melanggar keyakinan sendiri dan menodai nilai pernihakan.

Perceraian

Per ceraian adalah suatu kegagalan, hal ini merupakan sebuah kegagalan dalam membangun rumah tangga. Tidak ada yang suka dicbap sebagai orang gagal, apalagi dalam hal pernikahan. Karena pada awalnya kedua pasangan sudah berjanji untuk sehidup semati dan menghadapi apa pun yang terjadi.

Perceraian mempengaruhi kehidupan anak, ini lah merupakan risiko dan efek samping paling berat saat bercerai. Kedua pasangan tetap harus bertanggung jawab menjaga kehidupan anak tetap normal seperti tidak terjadi apa-apa. Setelah cerai, anak-anak akan mengalami goncangan secara psikologis karena perceraian orangtua.

Perceraian tidak akan pernah diterima oleh masyarakat pada umumnya, pernikahan yang kuat, masyarakat pun menganggap pernikahan sebagai hal yang sakral. Jika kemudian gagal dan bercerai, baik kamu atau mantan suami lah yang selalu jadi orang yang dipersalahkan. Akan ada anggapan ini itu tentang kamu dan seperti itulah tekanan yang diberikan orang-orang di sekitarmu.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *