Penyebaran Kampanye Hitam, Lelaki Ini Dibayar Rp. 10 Juta

Liputaninformasi.com – ┬áJelang hari Pencoblosan Pilkada DKI Jakarta 2017 yang akan diadakan pada besok, Rabu 15 Februari 2017.┬áDatang kabar dari Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Jakarta Barat yang menemukan dua box truk kontainer yang berisikan brosur kampanye hitam (black campaign).

Penyebaran Kampanye Hitam

Ditelusuri bahwa sebuah kontrakan rumah adalah menjadi tempat persinggahannya brosur kampanye hitam. Namun saat ini dari Pihak Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) sedang melakukan pemeriksaan terhadap seorang pria yang berusia 45 tahun itu.

Pria yang menjadi tersangka ini diduga sebagai pelaku penyebar kampanye hitam yang bernama Novi alias Edo. Sebelumnya, Edo ini sudah pernah ditangkap oleh pihak warga di Jakarta Timur dalam kasus yang sama juga.

Dan untuk kali ini, Edo juga diduga sebagai tersangka penyebar kampanye hitam yang dapat menjatuhkan pasangan calon di Pencoblosan Pilkada DKI Jakarta.

Edo ini dijanjikan uang sebanyak Rp. 10 juta rupiah oleh pemesan penyebaran kampanye hitam yang dikenal lewat sosial media.

Penyebaran kampanye hitam ini jelas sudah melakukan pelanggaran, namun dari pihak Panwaslu belum melakukan tindakan tegas dari pelanggaran ini.
Sanksi pidana akan ditetapkan kepada para pelakuknya namun saat ini masih dalam proses penggalian informasi lebih dalam.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *