Penembakan Las Vegas Menewaskan Setidaknya 58 Orang Oleh Seorang Pelaku Berumur 64 Tahun

Penembakan Masal di Las Vegas Menewaskan Setidaknya 58 Orang

LiputanInformasi.com – Setidaknya 58 orang tewas dan ratusan orang luka-luka dalam penembakan massal di sebuah konser terbuka di Las Vegas. Pria bersenjata yang mengerikan itu diketahui adalah penduduk Nevada.

Stephen Paddock melepaskan tembakan dari lantai 32 Mandalay Bay menuju sebuah acara musik festival terbuka yang dihadiri 22.000 orang lebih.

_98115357_3b03414c-ec7b-4637-a9bc-2074e74c0e19

Stephen akhirnya membunuh dirinya sendiri ketika para polisi menyerbu ruangannya yang dimana terdapat 10 senjata berupa pistol dan senjata laras panjang.

Dilansir dari BBC, penyidik tidak menemukan adanya aksi terorisme internasional. Dalam sebuah pidato dalam ‘Gedung Putih’, Presiden Donald Trump mengatakan bahwa ini adalah ‘kejahatan murni’. Selain itu Presiden AS juga memuji upaya penyelamatan yang sangat cepat oleh ‘layanan servis darurat’.

Sebelumnya, acara ini diketahui adalah acara di hari terakhir yang 2 hari berturut sebelumnya berjalan lancar pada Route 91 country music festival ini. Ribuan orang menikmati pertunjukkan penyanyi top Jason Aldean.

Penembakan Masal di Las Vegas Menewaskan Setidaknya 58 Orang
Baca Juga: Donald Trump Mengungkapkan Militer AS Siap Menghadapi Korea Utara ‘Little Rocket Man’

Namun saat Stephen mulai menghujani peluru di ‘The Final Show of Route 91’ ribuan orang langsung bergegas mencari perlindungan untuk kabur dari peluru acak yang ditembak oleh pria berumur 64 tahun itu.

Stephen Paddock yang berasal dari sebuah komunitas lanjut usia di sebuah kota kecil di Mesquite timur tengah di Las Vegas itu memesan hotel pada 28 September.

Motif melakukan penembakan massal yang membuat sejarah AS masih belum jelas. Masih menjadi misteri apakah dia sedang mengalami gangguan psikologis atau tidak. Namun, tidak ada konfirmasi mengenai hal tersebut.

Eric, kakak dari Stephen mengaku terkejut dengan hal yang telah ia lakukan. Pihak kepolisian Las Vegas, Joe Lombardo menjelaskan bahwa hal itu dilakukannya hanya seorang diri. “Tak ada yang dapat mempercayai ini. Apa yang telah ia pikirkan,” ungkap Joe.

Saat ini penyedik sedang melakukan penyidikan untuk mengetahui motif di balik kejadian ini dengan mulai mencari rumah Stephen di Mesquite dan tempat dimana ia melakukan aksi bunuh diri.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *