Nama Rizieq Shihab Dimasukkan ke dalam Daftar Red Notice Interpol, MUI Membela

Nama Rizieq Shihab Dimasukkan ke dalam Daftar Red Notice Interpol

LiputanInformasi.com – Polri akan memasukkan nama Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab ke dalam daftar red notice Interpol. Sebelumnya, Polisi telah melayangkan panggilan pertama Rizieq, istrinya Syarifah Fadhlun Yahya, Firza Husein dan Emma sebagai saksi dugaan penyebaran pesan singkat berkonten pornografi.

Namun, seluruh saksi tidak memenuhi panggilan karena alasan kegiatan di luar dan kesehatan pada Selasa (25/4) lalu.

Panggilan tersebut dikarenakan dugaan penyebaran percakapan berkonten pornografi yang mengatasnamakan Habib Rizieq dan Firza Husein. Sebelumnya, Rizieq sudah membantah kebenaran rekaman percakapan dirinya dengan Firza. Menurutnya, rekaman tersebut merupakan fitnah. “Rekaman fitnah yang mengatasnamakan Firza dan saya itu adalah fitnah,” tegasnya di Mapolda Metro Jaya, Rabu (1/2).

Menurut Rizieq, Firza juga telah membantah atas hal tersebut melalui pengacaranya, Yakub Arupalaka. “Di mana Firza menolak ada rekaman foto suara. Beliau menolak dan tidak tahu sama sekali,” tandasnya.

Nama Rizieq Shihab Dimasukkan ke dalam Daftar Red Notice Interpol
Read More: Misteri Ditusuknya Leher Anggota Pasukan Elite TNI AU di Barak Yonko 464

Firza menegaskan ia bukan orang yang ada di dalam chat yang bernada porno yang diduga bersama pimpinan FPI Rizieq Shihab. Firza juga menegaskan foto-foto vulgar dalam chat tersebut adalah bukan dirinya.

“Viral yang beredar itu kita bantah. Karena yang bersangkutan itu tidak pernah mengirim gambar. Jangankan upload, mengirim aja tidak pernah. Terus foto-foto yang beredar juga dibantah oleh beliau,” kata Kuasa Hukum Firza, Azis Zanuar.

Terkait akan dimasukkannya nama Rizieq Shihab ke dalam daftar red notice Interpol, Majelis Ulama Indonesia (MUI) pun angkat bicara. MUI menolak langkah yang diambil polisi. Mereka menyarankan polisi menemui langsung Rizieq bila mengetahui lokasi keberadaannya.

“Enggak perlu red notice saya kira, kayak penjahat saja. Kan bisa didatangin di mana sih dia berada,” kata Ikhsan di Jakarta, Sabtu kemarin.

Karena Rizieq sedang berada di Malaysia, Penyidik diminta memakai cara persuasif atau dialog untuk meminta Rizieq pulang ke Indonesia. Jika merasa keberatan mendatangi Rizieq di luar negeri, dia menyarankan kepolisian bersabar menunggu kepulangan pentolan FPI itu ke Indonesia.

“Kenapa enggak datang aja sih, penyidiknya datang ke tempat Habib Rizieq,” ujar dia. “Iya ditunggu lah, kan di luar negeri ada batas waktunya juga tunggu saja nantinya juga pulang. Harus paham juga,” lanjutnya.

Menurut dia, langkah diambil polisi seolah membuat opini Rizieq berbahaya bagi negara lain. Padahal kasus melanda Rizieq hanya masalah isi chat berbau pornografi. Maka dari itu, Ikhsan meminta kepolisian bisa meredam situasi yang mulai menjadi panas. Menurut dia, semua pihak berhenti menggiring isu kasus Rizieq kepada publik.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *