Mendaki Gunung, 5 Kisah Mengerikan Di Dunia

LiputanInformasi.com – Mendaki gunung adalah hal yang sangat di gemari oleh para pecintanya. Karena mendaki gunung akan mendapatkan sensasinya tersendiri di dalam perjalanan dan apalagi sesampai ke puncak, itu adalah hal yang sangat luar biasa.

Mendaki Gunung

Tetapi sebelum memulai perjalanannya, seorang pendaki dituntut untuk bisa bertahan, baik secara fisik maupun mental karena sudah dipastikan banyak rintangan yang selalu menghadang perjalanan kalian baik itu udara yang dingin, angin yang kencang dan lain-lain.

Banyak hal yang perlu di persiapkan untuk memulai pendakian gunung, karena sudah banyak kejadian-kejadian mengerikan yang kerap terjadi pada para pendaki.

Berikut ada 5 kisah para pendaki yang paling dramatis sepanjang masa:

1. Aron Ralston. Memotong Pergelangan Tangannya Dengan Pisau Karena Terjepit di Sebuah Tebing Selama 127 jam.

800_cp_ralston_100912

bluejohn53

Janganlah sekali-sekali kalian mencoba berpetualangan sendirian, karena jika terjadi hal yang darurat, tidak ada siapapun yang bisa membantu kalian. Contohnya adalah Pria satu ini, ia terperosok ke dalam tebing Grand Canyon, dan batu besar dengan berat sekitar 360kg menjepit pergelangan tangan kanannya.

Ralston mencoba segala cara untuk membebaskan dirinya, tetapi usaha yang dilakukannya selalu gagal hingga perlahan tubuhnya semakin melemah dan tangannya juga mulai membusuk. Ia juga terkena dehidrasi dan hipotermia.

Sebelumnya, Ralston mempunyai sebotol minuman yang ia bawa di tasnya, ia bertahan hidup dengan memanfaatkan air yang di bawanya. Airnya pun segera habis dan ketika hujan turun, ia menampung air tersebut ke dalam botol sambil mengangakan mulutnya tepat di atas agar ia bisa meminumnya.

Setelah hari ke lima, Ralston memutuskan untuk memotong pergelangan tangannya sendiri karena sudah tidak ada pilihan lain. Hanya ada 2 pilihan di dalam kondisi tersebut. Ralston menggunakan pisau lipat tumpul untuk memotong tangannya. Mungkin tidak terbayangkan betapa sakit dan perih ketika pisau tumpul itu menusuk dagingnya. Tetapi ia tetap bertahan, dan pada akhirnya, dengan penuh perjuangan, Ralston berhasil memotong tangannya dan ia pun selamat.

Kisah Aron Ralston pun diangkat menjadi sebuah film Hollywood bergenre adventure dan pastinya film tersebut berjudul “127 Hours”.

2. Joe Simpson. Sahabatnya Sengaja Mendorongnya ke Jurang, Karena Kondisi Darurat.

joe-simpson

Pada Juni 1985, Joe Simpson dan Simon Yates, dua pendaki asal Inggris mendaki dinding Barat Siula Grande di pedalaman Pegunungan Andes, Peru. Tak lama setelah mencapai puncak setinggi 6.300 meter, keadaan berubah 180 derajat, dan hal itu membuat kaki Simpson patah dan terpaksa harus menuruni gunung menggunakan tali.

Ketika berusaha menuruni tebing dengan tali pengaman di pinggang, tiba-tiba gemuruh es datang dan membuat tubuh keduanya terlontar di atas mulut jurang. Karena tali sudah tak mampu menahan beban mereka berdua, akhirnya memutuskan memotong tali tersebut dan membiarkan tubuh Joe jatuh ke jurang.

Setelah itu, Simon berhasil selamat dengan kondisi kelelahan dan didera perasaan bersalah selama 3 hari di dalam kemah. Ia mengira Joe telah tewas. Namun pada dinihari sebelum ia pulang, Simon menemukan Joe terbaring di dekat perkemahan dalam kondisi kaki kanan remuk. Memang sulit dipercaya, entah bagaimana caranya Joe berhasil keluar dari jurang, bahkan menerjang salju dengan kondisi kaki yang patah.

3. Beck Weather. Terkena Frostbite, Hidung dan Kedua Tangannya Harus di Amputasi

beck-weathers

Mei tahun 1996, Beck Weathers mengambil sebuah keputusan yang pada akhirnya membuat dirinya cacat seumur hidup. Lelaki pecinta alam ini memutuskan untuk bergabung dalam kelompok pendaki “Adventure Consultants” New Zealond, yang dipimpin oleh Rob Hall.

Sebagai seorang pemimpin, Hal memiliki ambisi besar agar pendakian gunungnya bisa sampai di puncak Mt. Everest, yang merupakan puncak tertinggi di dunia. Namun, pada akhirnya ambisi tersebut membuat Hall dan sejumlah pendaki lainnya mati beku di puncak gunung tersebut. Mereka kelelahan, kedinginan, bahkan kehabisan oksigen.

Dalam peristiwa tragis tersebut, ternyata ada beberapa orang berhasil selamat, salah satunya Beck Weathers. Ia gagal menggapai puncak karena gangguan mata yang dideritanya. Setelah bertahan dalam dingin dan kelaparan, ia berhasil kembali base camp. Hanya saja, hidungnya dan kedua tangannya harus diamputasi karena terlanjur kena frostbite.

4. Art Gilke. Demi Menyelamatkan Sahabat-sahabatnya, ia Menjatuhkan Diri ke Dasar Jurang.

art-gilkey

Pada tahun 1953 tepatnya dibulan Agustus, sebuah tim Amerika berupaya melakukan pendakian ke puncak tertinggi kedua di dunia, K2 (8611m). Tim tersebut mempunyai 7 anggota dan di pimpin oleh Charles Houston. Awalnya perjalanan tersebut berlangsung normal. Namun pada hari ke-7, persediaan oksigen mulai menipis dan mereka terperangkap dalam keganasan alam di ketinggian 7620m.

Saat itu, salah satu anggota yang bernama Art Gilkey roboh akibat pembekuan darah dan emboli paru-paru. Menyadari hal ini, mereka segera membungkus tubuh Gilkey dengan sleeping bag dan berusaha menurunkannya melalui tebing batu.

Namun tumpukan salju dan hantaman badai yang menerjang membuat mereka semua terpeleset dan hampir jatuh ke jurang, kecuali Peter K Schoening. Peter berhasil menancapkan kapaknya pada salju dengan cepat, dan ia berhasil menarik teman-temannya.

Namun sesaat kemudian, mereka menyadari bahwa Gelking telah menghilang dari dalam sleeping bag. Mereka menduga, Gilkey berupaya mengurangi beban ketika nyawa mereka hanya bergantung pada sebuah kapak es milik Peter. ya, Gilkey telah mengorbankan dirinya sendiri untuk menyelamatkan hidup keenam temannya.

40 tahun kemudian, Jasad Gilkey akhirnya ditemukan di dasar dinding selatan (Souh Face) K2

5. Lincoln Hall. Ditinggal Disaat Dalam Kondisi Mengenaskan di Atas Ketinggian 8600m.

lincoln-hall

Pada tanggal 25 Mei 2006, pendaki asal Australia ini ditinggalkan sendirian oleh timnya saat mereka hendak turun dari puncak Everest. Dikabarkan Hall terserang cerebral edema ketika melakukan pendakian, yaitu kondisi yang menyebabkan ia kehilangan kesadaran dan berhalusinasi.

Sebelumnya, Hall sempat coba di selamatkan oleh rekannya selama berjam-jam. Namun upaya itu sia-sia dan akhirnya, mereka memutuskan untuk turun ke camp dan meninggalkan Hall di atas ketinggian 8600m (200m) dari puncak yang di anggap telah meninggal.

Namun, keesokan harinya Hall ditemukan masih hidup oleh sebuah tim yang tengah melakukan summit push. Mereka mengaku menemukan Hall dalam kondisi mengejutkan, yaitu tanpa peralatan dan nyaris tidak berpakaian. Namun yang lebih mengejutkan lagi, Hall ternyata masih hidup. Akhirnya, tim tersebut membatalkan ekspedisi mereka dan segara menyelamatkan Hall.

Itulah 5 kisah mengerikan mendaki gunung. Bagaimanapun tetap ada saja yang berusaha menaiki gunung hingga mencapai puncak untuk mendapatkan rasa kesenangan yang tak terbayar. Alangkah lebih baik kita harus lebih berhati-hati saat ingin mendaki gunung.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *