KPK Pesimis Bisa Mengembalikan Semua Kerugian Kasus Korupsi E-KTP

KPK Pesimis Bisa Mengembalikan Semua Kerugian Kasus Korupsi E-KTP

Liputaninformasi – Komisioner Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) Alexander Marwata tidak yakin bahwa pihaknya bisa mengembalikan keseluruhan kerugian negara akibat kasus korupsi pengadaan KTP elektronik (e-Ktp). “Proyek e-KTP, kerugian negaranya berdasarkan hitungannya BPKP Rp 2,3 triliun. Saya tidak yakin sampai setengahnya itu bisa kita kembalikan (ke negara),” ujar Alexander dalam acara sosialisasi antikorupsi sejak dini di Sekretariat KWI, Jakarta Pusat, Sabtu (15/7/2017).

Sampai saat ini, KPK mengklaim telah mengembalikan kerugian negara sebesar Rp 250 Miliar dalam pekara kasus korupsi e-Ktp. Alexander sendiri juga tidak menjelaskan dengan pasti mengapa KPK sangat pesimis terkait hal tersebut. Namun demikian, Alexander menilai hal tersebut merupakan hal yang sangat normal.

Sebab, berdasarkan pengalaman, penegak hukum memang biasanya jarang bisa mengembalikan sebuah kerugian negara seutuhnya. Apalagi, menurut Alexander, tindakan korupsi diduga kuat dilakukan oleh orang-orang penting di negara ini. “(Perkara korupsi e-KTP) itu menyangkut pejabat-pejabat tinggi semuanya juga,” ujar Alexander.

Baca Juga : Kasus Kaesang Sudah Diberhentikan? Pelapor Kaesang Kesal & Mengunjungi Mapolda Metro Jaya
KPK Pesimis Bisa Mengembalikan Semua Kerugian Kasus Korupsi E-KTP

KPK akan memanggil para anggota DPR RI periode 2009-2014 yang pada pekan kemarin tidak hadir dalam pemeriksaan sebagai saksi untuk kasus e-KTP, jumat (14/7/2017).

Juru bicara KPK Febri Diansyah mengatakan sebagian besar saksi yang akan dipanggil besok adalah para anggota DPR yang sebelumnya tidak mengikuti pemeriksaan kasus e-KTP. “Minggu ini memang KPK menjadwalkan ulang sejumlah saksi yang belum hadir pada minggu lalu, ketika kami panggil dan kami agendakan untuk diperiksa dalam kasus KTP elektronik untuk tersangka AA (Andi Agustinus alias Andi Narogong),” kata Febri, di gedung KPK, Jakarta, Kamis (13/7/2017).

Untuk diketahui, mantan Ketua Fraksi Partai Golkar Setya Novanto adalah saksi pada pekan lalu yang tidak hadir pada pemanggilan KPK. Saat itu Novanto beralasan sakit. Sampai Kamis pekan ini, KPK belum pernah mengagendakan lagi pemeriksaan Novanto yang kini menjabat sebagai ketua DPR.(Fabian Januarius Kuwado)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *