Korea Utara mempunyai larangan yang sangat ketat bahkan tidak masuk akal untuk warganya

Korea Utara mempunyai larangan yang sangat ketat bahkan tidak masuk akal untuk warganya

LiputanInformasi.com – Korea Utara terkenal sebagai negara otoriter yang memberlakukan aturan serba ketat bagi para warganya. Dari foto-foto ilegal yang berhasil diselundupkan dari negaranya Kim Jong-un tersebut terlihat jelas kalau penduduknya hidup dalam keterbatasan dan kekangan.

Apa saja aturan ekstrem yang diwajibkan di Korea Utara? Berikut ini kami tampilkan beberapa di antaranya.

-Hanya boleh buka 28 situs di dunia maya
Bagi kita internet adalah bagian dari keseharian. Namun akses ke dunia maya merupakan barang mewah bagi orang-orang Korea Utara. Dari 25 juta penduduk di sana, hanya ribuan orang saja yang bisa menggunakannya di rumah.

Selain itu, penggunaan internet sangat dibatasi. Jumlah situs yang legal untuk diakses hanya 28 dengan konten informasi mengenai asuransi, pendidikan, perawatan manula, berita lokal, atau tips sehari-hari.

Korea Utara memberlakukan peraturan yang tidak biasa

-Mobil cuma untuk kalangan militer dan pejabat
Di Korea Utara hanya pejabat dan militer yang diperbolehkan memiliki mobil. Rakyat biasa tidak bisa memiliki mobil pribadi dan hanya diperbolehkan mempunyai sepeda atau naik bis untuk bepergian. Bahkan, untuk memiliki sepeda saja rasanya sulit.

-Dilarang keras memakai celana jeans
Korea Utara sangat membatasi warganya, bukan hanya dalam potongan rambut namun juga dalam urusan berpakaian. Masyarakat Korea Utara dilarang keras menggunakan celana jeans dalam keseharian mereka. Jika ketahuan, maka tidak menutup kemungkinan sanksi kematian akan menghampiri pelanggar.

Korea Utara masih memberlakukan sistem kasta

-Sistem kasta masih berlaku
Korea Utara memberlakukan sistem kasta bagi penduduknya sejak tahun 1957. Kim Il Sung, selaku pemimpin saat itu ingin mengambil kontrol penuh warga Korea Utara. Sistem kasta terbagi menjadi 3 yaitu:

Inti, mereka dengan Sejarah Keluargad engan kesetiaan kepada pemerintah yang dimasukkan ke dalam kelas ‘inti’ dan diberikan peluang terbaik. Sebutan ini sekarang adalah para politisi dan orang-orang yang terkait erat dengan pemerintah.

Netral, tidak ada yang benar-benar diam dalam kelas ini. Memungkinkan kelas ini naik ke tim inti atau turun sebagai musuh. Kelas ini biasanya tim inti yang turun sebagai netral.

Musuh, kelas ini adalah orang-orang dengan riwayat keluarga kejahatan, terhadap negara, agama Kristen dan kepemilikan tanah. Mereka adalah subversif dan menurut Kim Il Sung menimbulkan ancaman terbesar bagi pemerintah. Karena itu, mereka ditolak berpendidikan, tidak diperbolehkan untuk tinggal di atau dekat Pyongyang, dan dipaksa hidup miskin.

Korea Utara 3 generasi di berlakukan kepada orang yang melanggar hukum

-Hukuman penjara berlaku sampai tiga generasi
Sistem hukum di Korea Utara menerapkan hukuman pada tiga generasi. Jadi tidak hanya terdakwa yang terkena hukuman, seluruh keluarganya juga mendapatkan hukuman. Jika seseorang melanggar hukum dan divonis penjara, maka seluruh kerabat terkait bisa mengalami nasib serupa.

Menurut pandangan penguasa Pyongyang, jika ada orang yang melanggar hukum, terutama tahanan politik, maka seluruh keluarganya termasuk kakek-nenek, orangtua, dan anak-anak orang itu bakal ditahan atau dikirim ke kamp kerja paksa. Aturan ‘hukuman 3 generasi’ itu dimulai oleh Kim Il-sung pada 1950-an.

Korea Utara memiliki rezim diktator

-Tontonan drama atau film dari Korea Selatan dianggap terlarang
Secara umum, pemerintah Korea Utara sangat membatasi warganya untuk mengakses internet dan menonton televisi. Siapapun yang ketahuan menonton TV atau menggunakan internet tak akan luput dari hukuman.

Hukuman akan makin berat jika warganya kedapatan menonton tayangan hiburan apapun dari Korea Selatan, khususnya drama dan film. Tercatat puluhan orang sudah tewas di tangan sang diktator karena ketahuan menonton drama dari Korea Selatan.

Itulah deretan peraturan serba ketat yang pernah dan masih diterapkan di Korea Utara.

Baca Juga :
Efek-efek Penuaan Yang Harus Dialami Oleh Setiap Manusia
Seorang pemuda Samarinda membakar rumah pamannya hanya karena tidak di berikan uang sebesar 25.000 ribu

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *