Kim Jong Nam Tewas, Ini 3 Alasan Kuat Kim Jong Un Ingin Kakaknya Mati

LiputanInformasi.com – Kematian Kim Jong Nam di Malaysia mengejutkan publik. Kakak tiri pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un itu tewas diracun di Bandara Malaysia.

Berbagai spekulasi pun bermunculan terkait kematian tersebut. Bahkan ada pendapat yang menyebutkan jika ia dibunuh oleh agen Korea Utara atas perintah Kim Jong Un.

Spekulasi tersebut bukan tanpa alasan. Berdasarkan pemberitaan media diketahui, setidaknya ada tiga hal yang bisa memicu Kim Jong Un ingin menghabisi sang kakak.

Pertama, Jong Nam diketahui kerap mengkritik rezim keluarganya di Korea Utara. Dalam buku biografinya “My Father, Kim Jong-Il and Me” yang ditulis oleh jurnalis Jepang, Yoji Gomi, Jong Nam mengatakan jika rezim komunis Korut akan runtuh.

Tidak hanya itu, Kim Jong Nam juga menyebut jika sistem kekuasaan Korut secara turun-temurun merupakan “bahan tertawaan”. Ia bahkan menyebut jika Kim Jong Un tidak akan bertahan lama menjadi pemimpin lantaran tidak memiliki sifat leadership.

Kim Jong Nam – BACA JUGA >>> Kim Jong-nam Ditemukan Tewas di Bandara KLIA2

Kim Jong Nam sendiri pada awalnya sempat digadang-gadang akan menggantikan ayahnya. Namun, pada 2001 ia mempermalukan sang ayah usai ditangkap di Tokyo, Jepang karena paspor palsu.

Alasan kedua adalah status Kim Jong-nam sebagai anak tertua Kim Jong Il. Di Korut, anak sulung dipandang sebagai ahli waris resmi, oleh karenanya keberadaan Kim Jong Nam bisa saja menjadi ancaman bagi Kim Jong Un.

Ketiga adalah pandangan Tiongkok terhadap Kim Jong Nam. pengamat dari Korea Institute for National Unification, Jun Byung-Kon mengatakan jika Tiongkok agaknya menganggap Jong Nam yang berpikiran terbuka lebih pantas memimpin Korut. Keberadaan Tiongkok sebagai satu-satunya sekutu diplomatik dan penyokong garis kehidupan perekonomian bagi Korut tentunya membuat posisi Kim Jong Un menjadi tidak nyaman.

Sementara itu, pihak aparat Malaysia sendiri diketahui telah menangkap dua orang yang diduga pelaku pembunuhan Kim Jong Nam. Hingga saat ini jasad pria berusia 46 tahun ini juga masih ditahan pemerintah. Mereka menunggu adanya DNA dari keluarga sebelumnya menyerahkannya ke Korea Utara.

Sumber: wowkeren

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *