Kemenlu RI Membantah Terkait 11 WNI Terlibat Jaringan Isis Di Marawi

Kemenlu RI Membantah Terkait 11 WNI Terlibat Jaringan Isis

Liputaninformasi – Beberapa waktu yang lalu beredar ada sekitar 11 orang WNI yang terlihat organisasi ISIS yang menyerang kata Marawi (23/5/2017). Namun kabar tersebut dibantah oleh Kemenlu RI, karena WNI tersebut sedang melakukan dakwah Marawi karena mereka adalah Jamaah Tablig.

Dalam keterangan resmi Kemenlu RI, disebutkan bahwa di Marawi saat ini ada 11 WNI Jamaah Tabligh (JT) asal Bandung dan kota lainnya di Indonesia. Mereka sedang melakukan Khuruj (meninggalkan rumah untuk ibadah dan dakwah di masjid selama 40 hari). Bahkan salah satu dari 11 WNI tersebut juga sudah menikah dengan penduduk setempat dan sudah lama tinggal di Marawi.

Kemenlu juga sudah mengidentifikasi keberadaan dari WNI tersbut dan sudah menjamin keselamatan dan keamanan 11 WNI tersebut. Sampai saat ini, KJrI terus menjalin komunikasi dengan Kepolisian Provinsi Lanao del Sur di Marawi untuk memberikan perlindungan bagi mereka.

Baca Juga : Pihak Rizieq Shihab Mengadu ke PBB & Kirim Surat ke Kapolri, Ini Tujuannya!
Kemenlu RI Membantah Terkait 11 WNI Terlibat Jaringan Isis

“Konsulat Jenderal Republik Indonesia sudah berkoordinasi dengan Kepolisian Provinsi Lanao del Sur di Marawi guna memberikan perlindungan kepada WNI tersebut,” ujar Arrmanatha.

Hal serupa juga dilontarkan Kadiv Humas Polri, Irjen Setyo Wasisto. Ia menjelaskan ke-11 WNI tidak terbukti bergabung dengan kelompok ekstrimis ISIS. “Sedang diupayakan untuk kembali ke Indonesia. Sementara mereka (11 WNI) masih kontak terus dengan Atase Teknis Polri dan sedang diupayakan untuk segera dipulangkan ke Indonesia karena di Marawi sekarang sedang dinyatakan darurat oleh Pemerintah. Mereka akan diminta untuk segera keluar dari lokasi darurat tersebut untuk keamanan yang bersangkutan,” kata Setyo.

Setyo juga mendapatkan laporan dari Kapolda Sulawesi Utara, Irjen Bambang Waskito, bahwa WNI tersebut masuk ke Filipina dengan legal. Polisi kemudian menyimpan nama-nama dari WNI tersebut. “Terkait Marawi, ini dari informasi laporan Kapolda Sulawesi Utara yang kontak Atase Teknis Polri di Manila, bahwa kesebelas orang WNI ini masuk wilayah Filipina secara legal. Identitas sudah diketahui,” sambung dia.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *