Kasus Penistaan Agama (Ahok) Semakin di Desak Untuk di Putuskan

LiputanInformasi.com – Sekretaris Jenderal Dewan Syuro FPI DKI Jakarta, Habib Novel Bamukmin memastikan pihaknya bersama jutaan umat Islam alumni 411 dan 212 bakal terus mengawal sidang kasus penistaan agama Islam dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Di ketahui bahwa memang setiap sidang penistaan agama selalu di awasi oleh umat Islam.

“Kita akan terus mendampingi setiap sidang, kita sudah pengalaman mendampingi kasus penistaan agama dimana pun. Nggak pernah satu sidang pun yang tidak kami awasi, kita awasi terus,” kata Novel di depan gedung PN Jakut, Jalan Gajah Mada, Jakarta Pusat, Selasa (20/12/2016).

Menurutnya, Setiap kasus penistaan agama, pihaknya selalu mendampingi dan mengawal proses pengadilan sampai selesai. Novel mengatakan keinginan seluruh umat Islam adalah Ahok segera di tahan dan di proses secara hukum demi sebuah keadilan. Karena dari yurisprudensi yang ada, semua tersangka penistaan agama di tahan, apalagi sudah terdakwa.

Kasus Penistaan Agama – BACA JUGA >>> Jadi Saksi , Dhani Ungkap Dirinya Baru bertemu Bintang Pamungkas sekali

Pengawalan yang di lakukan oleh umat Islam ini berperan penting untuk memberikan motivasi dan semangat kepada pengadilan untuk melaksanakan sidang kasus Ahok ini dengan baik dan adil. “Ahok sudah menjadi terdakwa karena keterlaluan akan penistaan agama Islam yang ia lakukan, jadi sidang ini tidak main-main, rakyat dan umat Islam seluruh Indonesia mengawalnya. Setiap perwakilan umat Islam Seluruh Indonesia menyaksikan setiap minggu. Jumlahnya ada seribuan, Insya Allah minggu depan akan lebih besar lagi,” lanjutnya.

Sementara itu, Pengurus Pusat Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (PP KAMMI) mendesak hakim agar objektif dan segera memberikan putusan atas kasus penistaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Menurut Ketua Bidang Kebijakan Publik PP KAMMI Riko Tanjung mengatakan bahwa Hakim harus objektif dalam penanganan kasus penistaan agama yang di lakukan Ahok. Mereka juga meminta putusan tersebut harus sesuai dengan UU dan merujuk juga ke fatwa MUI. Sehingga keinginan mereka terwujud yaitu supremasi hukum yang diberikan kepada setiap orang dengan hukum yang sama.

Selain itu, Riko juga mengungkapkan bahwa Ahok harus dijatuhi hukuman yang paling berat agar peristiwa ini menjadi pelajaran bagi setiap orang agar tidak terjadi lagi kedepannya.

“Kasus Ahok ini juga jangan di buat berlarut-larut karena semua masyarakat resah. Semakin lama di putuskan, maka akan semakin banyak masyarakat yang menuntut agar diselesaikan dan ini berpotensi menimbulkan konflik,” lanjutnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *