Kapolda Metro Larang Aksi Bela Rizieq dan Menyindir Rizieq Seperti Ini!

Kapolda Metro Larang Aksi Bela Rizieq

LiputanInformasi.com – Pimpinan FPI Habib Rizieq Shihab hingga kini masih enggan kembali ke Indonesia. Rizieq telah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan chat berbau pornografi dengan Ketua Yayasan Solidaritas Sahabat Cendara, Firza Husein.

Kapolda Metro Jaya Irjen M. Iriawan meminta agar pentolan FPI itu pulang menghadapi kasusnya. “Sudahlah pulang, hadapi, kok takut banget sih, ada apa? Kenapa kok sulit banget, hadapi kalau enggak salah, kan nanti sidangnya ada yang menyidangkan,” katanya di Polda Metro Jaya.

Selain itu, mantan Kapolda Jawa Barat ini meminta agar Rizieq tak perlu bawa massanya apabila nanti tiba di tanah air. Iriawan menegaskan kalau kasus ini bukan rekayasa.

“Sampai kapan pun peristiwa ini ada, mau ditekan dengan massa segala macam juga, ini kan peristiwa perorangan ngapain mesti beberapa komponen masyarakat sampai mau ke bandara, enggak usah,” tegasnya.

Dalam hal ini, Iriawan justru meminta masyarakat untuk sama-sama menjaga keamanan ibu kota. “Bangun negara ini, mari kita sama-sama mensejahterakan rakyat,” pungkasnya.

Selain itu, Iriawan juga menanggapi rencana Aksi Bela Ulama pada 9 Juni 2017 di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat nanti. Dia berharap niat tersebut dibatalkan. Menurut dia, tidak ada guna melakukan unjuk rasa seperti yang sebelumnya.

“Untuk apa lagi aksi? Enggak usah lah,” tutur Iriawan.

Menurut dia, jika kegiatan itu untuk mengintervensi penyidikan kasus dugaan chat seks yang menjerat Pimpinan Front Pembela Islam) Rizieq Shihab, maka sebaiknya dihentikan. Sebab, di mata hukum, Rizieq tetap harus memberikan keterangan kepada penyidik.

Kapolda Metro Larang Aksi Bela Rizieq
Baca Juga: Amien Rais Ingin Membuktikan KPK Adalah Pahlawan Atau Sebaliknya

“Untuk apa juga lakuin aksi? Peristiwa ada. Mau dikekang seperti apapun, pemerintah tak takut. Saya diancam, dikekang, enggak masalah. Hukum sudah ditegakkan,” lanjutnya.

Dia kembali menegaskan tidak ada unsur kriminalisasi ulama dari kasus Rizieq Shihab tersebut. Bahkan Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Ketua Umum Muhammadiyah Din Syamsudin juga menyatakan hal yang sama.

“Terlalu naif loh kalau kriminalisasi. Enggak gampang loh. Itu saksinya saja ada 52, ahli 25. Bagaimana mau menyebut kriminalisasi dan membuat pidana?” tegas Iriawan.

Sementara itu, Iriawan telah mengonfirmasi ke pihak Masjid Istiqlal, tidak akan ada izin untuk aksi ini. Dia menyarankan masyarakat memperbanyak ibadah selama Ramadan, dibanding harus berunjuk rasa dan memastikan produktivitas penduduk Jakarta lainnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *