Julia Perez Meninggal Dunia, Kenali Kanker Serviks Agar Dapat Dicegah

Julia Perez Meninggal Dunia

LiputanInformasi.com – Telah berpulang salah satu aktris dunia hiburan Indonesia Yulia Rahmawati atau yang lebih dikenal dengan nama Julia Perez. Julia tutup usia di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta Pusat, Sabtu (10/6) sekitar jam 11.00 Wib.

594394_620

Sebelumnya, dalam keadaan sakit, Jupe masih terus tersenyum meskipun ia sedang menahan sakit yang luar biasa di dalam tubuhnya. Mulai dari rekan artis maupun pejabat juga sempat menjenguk Jupe selamat dirawat.

01487693723Screenshot_2017-02-21-23-14-33-196

Seperti yang kita ketahui, Jupe sudah sekitar 6 bulan menghuni salah satu ruang rawat di gedung A RSCM. Tak lelah dan terus semangat ia menjalani rangkaian perawatan yang diberikan dokter.

Kini, kepergian Jupe untuk selama-selamanya meninggalkan duka yang mendalam bagi kerabat, teman-teman dan juga fansnya. Terlihat sahabat mendiang Jupe, Ruben Onsu, Luna Maya, Olivia Zalianty dan Zaskia Gotik gelombang pertama yang langsung datang ketika menerima kabar duka Jupe.

Baca Juga: Gal Gadot Tak Di inginkan Menjadi Wonder Woman, Ini Penjelasan Sutradara Patty Jenkins
Julia Perez Meninggal Dunia Karena Kanker Serviks

Diketahui Julia Perez diserang kanker serviks. Kanker serviks sendiri dianggap sebagai salah satu kanker yang paling mematikan bagi wanita setelah kanker payudara. Setiap tahun setidaknya 15.000 wanita di Indonesia terserang kanker mematikan ini.

Menurut penelitian yang dilansir dari boldsky.com, kanker serviks bermula dari pertumbuhan sel abnormal yang terjadi di serviks atau leher rahim wanita. HPV atau Human papillomavirus ditengarai sebagai pemicu munculnya kanker serviks. HPV sendiri bisa masuk ke dalam tubuh akibat hubungan seks yang dilakukan tanpa pengaman atau menular melalui kontak kulit secara langsung.  Masa inkubasi dari HPV berlangsung dari bulan ke 8 hingga bulan ke 13 sejak mulai masuknya HPV ke dalam tubuh.

Untuk mencega munculnya serangan HPV ini maka sangat penting bagi wanita untuk melakukan tes PAP Smear sejak usia2n atau ketika kamu mulai aktif berhubungan seksual. Sebabnya tes PAP Smear bertujuan untuk mendeteksi sejak awal apabila ada sel abnormal yang tumbuh di rahim. Apabila ditemukan sel yang mencurigakan di dalma rahim, maka akan lebih mudah untuk menentukan pengobatan yang harus dilakukan demi mencegah ganasnya kanker serviks dalam menyerang kesehatan tubuh.

Jadi untuk wanita, diharap menjaga kesehatan organ kewanitaan sejak awal. Sebab mencega tentu saja lebih baik daripada mengobati.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *