Joko Widodo Akan Menyita Rp 2535 triliun

LiputanInformasi.com – Joko Widodo, Selama ini kita hanya bisa menyalahkan semua cara kerja Pak Jokowi, tetapi kita tidak tahu bahwa di belakang ia berpikir keras untuk menuntaskan masalah yang ada di Indonesia.

Joko Widodo telah menjalin bilateral dengan dunia, yang dulunya dibiarkan oleh rezim, sekarang semuanya telah dibongkar, diangkat, dan ditarik kembali ke Indonesia. Negara Swiss adalah negara yang menjalankan sistem Tax Heaven ataupun biasa di sebut dengan bebas pajak.

Kecerdasan Seorang Joko Widodo

Meskipun begitu, Seorang Jokowi sanggup menaklukan sistem tersebut dengan mengadakan perundingan ekonomi yang saling menguntungkan. Mereka melakukan perundingan dan menyepakati pembekuan dan penyitaan pelaku kejahatan di kedua negara. Isi dari kesepakatan tersebut ialah mengembalikan aset pelaku kejahatan kerah putih kepada negara Indonesia dan negara Swiss.

Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro telah memperkirakan harta dan aset tersebut memiliki nilai yang mencapai kurang lebih US$ 195 miliar atau sekitar Rp. 2.535 triliun (kurs Rp. 13.000,-). Total pelaku kejahatan yang diperkirakan ada 84 WNI.

Sebentar lagi pendanaan uang segar untuk membangun Indonesia akan segera terwujud. “Indonesia hancur karena ulah sendiri, mereka para pebisnis tidak memikirkan nasib negaranya sendiri. Hanya memikirkan caranya lari dari pajak, padahal pajak tersebut juga dipakai buat Indonesia,” ungkap salah seorang warga saat di jumpai wartawan LiputanInformasi.

“Kami sepakat untuk memulai rencana negosiasi Mutual Legal Assignment (MLA). Pada April nanti negosiasi MLA tahap pertama akan dimulai dan kami sepakat untuk mendorong agar agreenment MLA itu bisa ditantangani tahun ini juga,” kata Menlu Retno dalam pernyataan bersama dengan Menlu Burkhalter di kantor Kementerian Luar Negeri Indonesia, Jakarta.

“Bagi Indonesia kerjasama MLA sangat penting karena persetujuan itu menjadi dasar menyita, membekukkan, dan mengembalikan aset para pelaku kriminal. Kerjasama ini juga akan menjadi sinyal bagi dunia Internasional bahwa Indonesia dan Swiss memiliki komitmen kuat dalam penanggulangan kejahatan antar negara,” lanjut Retno.

Seluruh warga Indonesia sangat mengidamkan sebuah negara yang maju dengan masyarakat yang makmur dan sejahtera.

“Ayah saya selalu memikirkan bagaimana cara untuk membangkitkan Indonesia dari keterpurukan. Ayah saya juga jarang dirumah, kalaupun dirumah ia selalu mengurusi pekerjaan di meja kesukaannya,” jelas Gibran.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *