ISIS Kehilangan 25 Anggota di Suriah Karena di Serang Pasukan Khusus AS

LiputanInformasi.com РPasukan khusus AS dikabarkan telah melakukan sebuah misi rahasia di wilayah timur Suriah, Minggu (8/1/2017). Karena misi tersebut, sejumlah anggota ISIS pun tewas dalam misi rahasia yang di jalankan Pasukan khusus AS itu.

Menurut seorang aktivis lokal di Suriah, Pasukan komando AS diterjunkan dari empat buah helikopter sekitar pukul 02.30 MInggu dini hari. Kemudian mereka mendirikan penghalang jalan di sekitar kota Al-Kubat, yang terletak antara kota Deir Ezzor dan ibu kota ISIS Raqqa.

25 Anggota ISIS pun di kabarkan tewas dalam operasi militer yang memakan waktu selama dua jam itu. Hal ini dijelaskan oleh Lembaga Pemantau HAM Suriah (SOHR).

Sejauh ini belum jelas target dari misi rahasia yang di lakukan AS itu, tetapi sejumlah aktivis lokal menduga operasi itu adalah sebuah upaya penyelamatan sandera.

“Berdasarkan informasi yang kami terima, itu adalah operasi penyelamatan sandera, jadi penangkapan para anggota itu terjadi di luar rencana,” ujar seorang aktivis anti-ISIS kepada harian Telegraph.

“Ada sebuah penjara rahasia di kawasan itu. Dan kami dua sejumlah orang Barat ditahan disana,” kata dia.

ISIS РBaca Juga >>> Basuki Tjahaja Purnama Mengemukakan Programnya Untuk Jakarta di 2017

Namun kami tak mendapatkan nama-nama tahanan itu karena ISIS langsung mengepung tempat tersebut setelah operasi itu berakhir, lanjutnya.

Pusat komando militer AS membenarkan telah di gelar sebuah operas di wilayah timur Suriah tetapi tidak memberikan rincian. Pasukan koalisi pimpinan AS beberapa kali sukses menggelar operasi rahasia di Irak dan Suriah sejak ikut memeranginya.

Pada Juli 2014 pasukan Delta mencoba membebaskan para sandera AS yang di tahan di Raqqa. Namun, mereka terlambat karena jurnalis James Foley, Steven Sotlofm dan pekerja sosial Kayla Mueller sudah dipindahkan beberapa hari sebelum penyerangan yang mereka lakukan.

Pada Maret tahunn lalu, pasukan khusus AS sukses membunuh menteri perminyakan ISIS Abu Sayyaf. Awalnya, AS berniat membawa Abu Sayyaf hidup-hidup tetapi pria itu tewas setelah melakukan perlawanan sengit.

Namun, pasukan AS berhasil mengambil komputer dan telepon gengggam Abu Sayyaf yang memberikan banyak data soal operasi perminyakan ISIS yang memberikan banyak uang bagi organisasi itu.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *