Donald Trump Melarang Warga Dari 7 Negara Masuk Ke AS, Iran Kemudian Membalasnya

Iran Membalas Larangan Donald Trump  yang Melarang Warga masuk AS

Liputaninformasi – Beberapa waktu yang lalu semenjak dilantiknya Presiden Amerika Serikat ke 45, Donald Trump meneken sebuah perintah yang melarang beberapa negara masuk ke Amerika Serikat. Presiden Donald Trump meneken surat perintah yang melarang warga dari 7 negara muslim memasuki negaranya selama 2 bulan kedepan.

Iran Membalas Larangan Donald Trump

7 Negara muslim  yang dimaksut adalah Iran, Irak, Libya, Somalia, Sudan, Suriah dan Yaman. Mendenga hal tersebut, Iran yang merupahkan salah satu negara yang di Blacklist oleh Donald Trump membalas dengan peraturan yang sama. Seperti dilansir Slate, Ahad, 29 Januari 2017, Iran juga melarang semua warga negara Amerika Serikat untuk memasuki negaranya.  Iran juga menegaskan bahwa, mereka akan mencabut aturan tersebut sampai Donald Trump mencabut kembali larangan untuk memasuki Amerika Serikat.

Kementerian Luar Negeri Iran mengangap bahwa aturan sementara yang dibuat oleh presiden Donald Trump itu adalah penghinaan terhadap umat islam dan Iran. “Meski kami menghormati rakyat Amerika dan memisahkan mereka dari pemerintah yang bersikap memusuhi, Iran akan menetapkan aturan resiprokal.”

BACA jUGA:
Perintah Donald Trump Yang Mengejutkan: Singkirkan Obamacare
Donald Trump dan Hary Tanoe Mengerjakan Proyek Besar di Indonesia

Peraturan tersebut diterapkan kurang dari 24jam setelah Presiden Donald Trump melarang warga dari 7 negara muslim untuk masuk ke Amerika Serikat.  Bahkan, dua agen maskapai Etihad Airways, Emirates, dan Turkish Airlines, juga sudah mendapatkan perintah untuk tidak menjual tiket menuju Amerika Serikat.

Menurut survei yang didapat, dampak dari peraturan tersebut adalah negara Iran. Karena setiap tahunnya ada sekitar 35 ribu warga Iran yang bepergian ke Amerika Serikat. “Kami merasakan ketidakadilan karena masuk dalam daftar hitam,” ujar Trita Parsi, Ketua Dewan Iran-Amerika.

Presiden Iran Hassan Rouhanni, sebelumnya juga sudah perna mengkritik langka Donald Trump karena membangun tembok perbatan dengan Meksiko. “Saat ini bukanlah waktu untuk membangun tembok antar-negara. Mereka melupakan tembok Berlin yang runtuh beberapa dekade silam.”

Seorang pelajar asal Iran yang kuliah di California mengatakan tiket dari Turkish Airlines untuk 4 Februari mendatang telah dibatalkan. “Saya telah menghubungi kampus dan mereka akan mengirim surat agar saya dapat berangkat dari Eropa,” seseorang yang tidak diketahui namanya. Selain itu, dampak buruk dari peraturan tersebut juga sangat dirasakan oleh para pengusaha Iran yang membuka usahanya di Amerika Serikat.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *