Beberapa Negara Yang Masuk Daftar ‘Negara Curang’ Oleh Amerika, Indonesia Juga Termasuk

Negara Yang Masuk Dalam Daftar Curang Amerika Serikat

Liputaninformasi РPresiden Amerika Serikat, Donaldd Trump akan memerintahkan stafnya untuk mengumumkan negara-negara yang berlaku curang dalam hal perdagangan. Adapun nilai kerugian tersebut diperkirakan oleh Trump hampir mencapai US$ 50 miliar, Jumat ( 31/3/2017).

Menangapi hal tersebut, Trump mengatakan akan mengeluarkan dua perintah eksekutif yang bertujuan untuk menemukan akar penyebab di balik kerugian perdagangan Amerika. Ini juga merupakan langka pertama AS yang mengimplementasikan retorika perdagangan ke dalam tindakan nyata.

Menteri Perdagangan AS Wilbur Ross mengatakan sudah mendapatkan perintah dari Trump untuk mengecek satu per satu transaksi perdagangan dengan perbandingan negara dengan negara dan produk dengan produk. Bahkan analisis ini harus selesai dan dilaporkan kepada Trump dalam 90 hari ke depan.

Adapun hal yang harus mereka cari adalah beberapa bukti di bawah ini :
1. Kecurangan
2. Perilaku tidak pantas
3. Kesepakatan perdagangan yang belum dijalankan sesuai janji
4. Pelanggaran Hukum
5. Jomplangnya nilai tukar
6. Masalah dalam Workd Trade Organization

“Hal ini akan menjadi dasar keputusan bagi pemerintah,” kata Ross.

Perintah ini diketahui muncul sepekan sebelum pertemuan Trump dengan Presiden China Xi Jinping. Bahkan beberapa pihak juga menilai bahwa ini merupakan peringatan dini atas Beijing.

Baca Juga :
Pidato Lengkap Donald Trump Saat Pelantikan, Tentang Prioritaskan Rakyat Amerika
Negara Yang Masuk Dalam Daftar Curang Amerika Serikat

Ross juga menambahkan bahwa selain China, ada beberapa negara lain yang masuk kedalam daftar curang, berikut beberapa negara yang dimaksud:
1. Jepang
2. Jerman
3. Meksiko
4. Irlandia
5. Vietnam
6. Italia
7. Korea Selatan
8. Malaysia
9. India
10. Thailand
11. Prancis
12. Swiss
13. Taiwan
14. Indonesia
15 Kanada

Meski beberapa negara masuk dalam daftar curang, Ross mengaku pemerinta AS, Donald Trump tidak akan mengambil aksi balas dendam.¬†“Cukup sulit dikatakan bahwa seseorang melakukan aksi kecurangan jika mereka memproduksi barang yang kita tidak bisa produksi. Di sejumlah kasus, ada negara yang membuat produk lebih baik atau harganya lebih murah dari kita,” tambahnya.

Dia kembali menekankan, “Bukan berarti semua orang yang masuk dalam daftar berlaku curang.”

Ross kemudian kembali mengingatkan bahwa, saat kampanye dulu Trump perna berjanji akan menciptakan hubungan perdagangan Amerika dengan dunia dengan basis yang menguntungkan dan mengedepankan Amerika, dan mungkin ini saatnya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *