Indonesia Juga Bisa Membuat Pesawat : BJ Habibie

Indonesia Juga Bisa Membuat Pesawat : BJ Habibie

LiputanInformasi – Indonesia Juga Bisa Membuat Pesawat , Pesawat R80 Rancangan Habibie mantan Presiden Republik Indonesia, sangat membanggakan, beliau menciptakan pesawat tersebut dari pada Kompetitornya.

Pesawat R80 yang tengah dalam proses pembuatannya Oleh PT Regio Aviasi Industri ( RAI ) yang dikabarkan akan siap mengudara pada 2021 mendatang, memiliki pesaing kelas berat yaitu pesawat buatan perancis – Italia, jenis ATR 72-600.

Pesawat R80 ini diklaim lebih hemat 10-15% konsumsi bahan bakarnya dibanding ATR 72. Pesawat R80 dirancang dan dikembangkan oleh Mantan Presiden BJ Habibie dan putranya, Ilham Habibie.

Pesawat R80 Rancangan Habibie Dibandingkan dengan ATR 72, pesawat ini juga memiliki badan lebih besar 10% dan lebih panjang 25% dibandingkan ATR-72. Selain itu, kapasitas bisa mengangkut 100-110 penumpang dalam satu penerbangan.

BJ Habibie menyambut baik pesawat tipe R80 buatannya masuk dalam proyek strategis nasional 2017. Hal tersebut merupakan pembuktian bahwa Indonesia mampu menciptakan pesawat sendiri tanpa bergantung kepada negara lain.

Indonesia Juga Bisa Membuat Pesawat : BJ Habibie

Habibie menekankan Indonesia memiliki sumber daya manusia yang berkualitas yang mampu menciptakan banyak hal. Namun, untuk mendorong pengembangan terhadap hal tersebut pemerintah perlu memberikan pelatihan khusus.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika Kementerian Perindustrian I Gusti Putu Suryawirawan mengatakan Proyek Strategis Nasional Kementerian Perindustrian untuk tahun ini yang telah disepakati ada dua. Di antaranya proyek pengembangan kawasan industri (KI) dan pengembangan pembangunan pesawat jarak menengah.

Dia menjelaskan proyek penyediaan pesawat jarak menengah, yang akan dikembangkan adalah pesawat tipe N245 dan pesawat tipe R80.

Sementara, Putu mengatakan pengembangan KI akan dilakukan di lima wilayah, yaitu Bima, Serang, Dumai, Tanjung Kuning, dan Gresik. Khusus pembiayaan proyek pengembangan KI, di Gresik, dibutuhkan biaya sekitar Rp 50 triliun untuk jangka waktu 10 tahun. Proyek tersebut nantinya akan digarap oleh pihak swasta dan PT Pelindo III.

Pesawat yang awalnya ditargetkan bisa mengudara pada tahun 2019 ini, pada akhirnya mengalami kemunduran jadwal untuk siap terbangnya yaitu pada tahun 2021 mendatang. Semoga proses pembuatan dan target mengudara bisa berjalan lancar, sehingga kita bisa menikmati mengudara menggunakan pesawat asli besutan anak bangsa Indonesia ini.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *