Heboh Transportasi Konvensional vs Online di dalam Negeri

Heboh Transportasi : Polimik yang sedang terjadi Transportasi Online Vs Transportasi Konvensial

Liputaninformasi – Heboh Transportasi,┬áSeiring pertumbuhan jaman teknologi semakin lama semakin canggih. Semuanya bisa di akses melalui Gadget secara online tanpa perlu bersusah susah. Demikian juga untuk transportasi seiring berkembangnya jaman hampir seluruh kegiatan setiap orang di lakukan dengan praktis dengan cara online.

Sudah sejak lama polemik antara layanan transportasi konvensional dan online mencuat. Banyak pihak yang pro dan kontra terhadap keberadaan layanan transportasi online ini karena tarif transportasi konvensional udah diatur oleh pemerintah. Sedangkan transportasi online tidak. Kesenjangan harga ini nih yang nimbulin berbagai perdebatan sampai sekarang.

Pemerintah sendiri mengeluarkan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 32 2016 yang berisi tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang Dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak Dalam Target. Bisa dibilang, Peraturan Pemerintah itu jadi payung hukum buat layanan transportasi online, yaitu beberapa diantaranya kayak nggak boleh membawa penumpang yang menyetop di jalan dan netapin tarif secara sepihak. Atau bisa dibilang kalau transportasi jenis ini cuma diizinkan membawa penumpang atas pemesanan via online, serta tarifnya pun berdasarkan kesepakatan antara perusahaan dan penumpang.

Heboh Transportasi Umum : Seiring berkembangnya waktu Transportasi umum sekarang menjadi mudah untuk di akses

Berdasarkan keterangan dari Menteri Perhubungan, mulai 1 April nanti tarif layanan transportasi online bakal sama kayak layanan transportasi konvensional. Karena keputusan dari Menteri Perhubungan yang mungkin perlu waktu lebih lama untuk dikaji lebih dalam,

Dengan adanya rencana revisi Peraturan Pemerintah Nomor PM 32 2016 itu, ada yang merasa bahwa keputusan buat memilih naikin harga layanan transportasi online udah tepat karena nggak serta merta melarang dan bisa mengatasi kesenjangan antar layanan transportasi itu. Tapi sebaliknya, banyak pihak yang menilai kalau gini caranya masyarakat nggak bakal bisa berkembang. Lalu buat apa generasi muda dituntut untuk selalu inovatif dan solutif dengan tujuan bisa bersaing di industri kreatif? Jika pada akhirnya semua karya dan produk itu bakal dikembaliin lagi jadi konvensional?

Pada dasarnya, para penyedia layanan transportasi online mendukung keinginan Pemerintah lewat revisi Peraturan Menteri Perhubungan No. PM 32 Tahun 2016 untuk membenahi transportasi konvensional serta menyusun pedoman guna pengembangan model bisnis yang inovatif, kayak bisnis ride-hailing sekaligus manfaat-manfaat yang diberikan oleh penyedia layanan transportasi online ke Indonesia. Tapi, ada beberapa poin yang diusulin ke Peraturan Pemerintah itu, karena kurang mendukung inovasi dan nggak pro terhadap pengguna. Takutnya nih, peraturan ini bakal berpotensi membawa industri transportasi balik lagi ke cara-cara lama dan menghambat inovasi serta upaya perbaikan layanan buat pengguna.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *