Hary Tanoe Tidak Datang Untuk Memenuhi Pemeriksaan Sebagai Tersangka

Hary Tanoe Tidak Datang Untuk Memenuhi Pemeriksaan Sebagai Tersangka

Liputaninformasi – Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Polri berencana akan memanggil Hary Tanoesoedibjo (HT) hari ini, Selasa (4/7). Seperti yang diketahui, Harry tanoe menjadi tersangka dalam kasus pesan singkat bernada ancaman kepada Subdirektorat Penyidik Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Yulianto. Namun Hary Tanoe masih belum memastikan apakah akan hadir dalam pemeriksaan perdananya sebagai tersangka.

Kepastian itu disampaikan kuasa hukum Hary Tanoe, Adidharma Wicaksono. “Sepengetahuan kami Pak HT belum bisa menghadiri panggilan Bareskrim karena ada keperluan yang mendesak dan tidak dapat ditinggalkan. Paling cepat tanggal 11 Juli atau setelahnya,” kata Adidharma saat dikonfirmasi, Jakarta, Selasa (4/7).

Namun Adi juga tidak mau memberitahukan apa penyebab sehingga Hary Tanoe tidak bisa memenuhi panggilan Bareskim. “Kami belum bisa menyampaikan. Kemungkinan akan disampaikan oleh rekan tim kami Bang Hotman Paris. Kemungkinan demikian,” ucapnya.

Baca juga : Wiranto Mengarapkan Umat Islam Tidak Mudah Terpengaruh Internet
Hary Tanoe Tidak Datang Untuk Memenuhi Pemeriksaan Sebagai Tersangka

Untuk diketahui, kasus ini bermula saat Yulianto mendapatkan pesan singkat dari nomor yang tidak dikenal pada 5 Januari 2016. Dalam pesan singkat itu berisi ‘Mas Yulianto, kita buktikan siapa yang salah dan siapa yang benar. Siapa yang profesional dan siapa yang preman. Anda harus ingat kekuasaan itu tidak akan langgeng. Saya masuk ke politik antara lain salah satu penyebabnya mau memberantas oknum-oknum penegak hukum yang semena-mena, yang transaksional yang suka abuse of power. Catat kata-kata saya di sini, saya pasti jadi pimpinan negeri ini. Di situlah saatnya Indonesia dibersihkan.’

Mendapatkan pesan yang pertama tersebut, Yulianto mengaku bahwa dirinya mengabaikan pesan tersebut. Namun, pada 7 Januari dan 9 Januari 2016, Yulianto kembali mendapatkan pesan dari nomor yang sama, cuma kali ini pesan tersebut dikirim melalui aplikasi chat media sosial yaitu WhatsApp.

Pesan kedua yang didapatkan pun memiliki forward pesan yang sama, namun hanya ada beberapa kata yang ditambahkan oleh nomor tersebut. ‘Kasihan rakyat yang miskin makin banyak, sementara negara lain berkembang dan semakin maju.’

Setelah mengetahui bahwa itu adalah HT yang mengirimkan sebuah pesan, Yulianto langsung melaporkan HT ke Siaga Bareskrim Polri atas dugaan melanggar Pasal 29 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi Transaksi Elektronik (ITE).

Mabes Polri menetapkan bos MNC Group Hary Tanoesoedibjo alias HT sebagai tersangka kasus SMS bernada ancaman ke Penyidik Jaksa Agung Muda Pidana Khusus, Yulianto. Demikian diungkapkan Karopenmas DivHumas Mabes Polri Brigjen Rikwanto

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *