Hary Tanoe Ditetapkan Sebagai Tersangka Oleh Mabes Polri Atas kasus SMS Ancaman

Hary Tanoe Ditetapkan Sebagai Tersangka Oleh Mabes Polri

Liputaninformasi – Hary Tanoesoedibjo (HT) sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh Mabes Polri. Karopenmas DivHumas Mabes Polri Brigjen Rikwanto mengatakan bahwa HT ditetapkan sebagai tersangka atas SMS bernada ancaman ke Penyidik Jaksa Agung Muda Pidana Khusus, Yulianto.

“Kalau SPDP (Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan) sudah diterbitkan sebagai tersangka,” ungkap Rikwato di Mabes Polri, Jumat (23/6).

Rikwanto juga menjelaskan bahwa SDPD sudah diterbitkan sekitar dua hari yang lalu. “kalau tidak salah sekitar dua hari lalu (SPDP) terbit,” ungkapnya. Bahkan, kata Rikwanto, HT akan diperiksa pada bulan juli dan semua jadwal sudah tersusun.

Ketua Umum Partai Perindo tersebut, lanjut Rikwanto, dijerat Undang-Undang ITE seperti yang dilaporkan pelapor. “UU ITE,” pungkasnya. Sebelumnya, HT dilaporkan yulianto karena mengirimkan SMS bernada ancaman terkait kasus dugaan korupsi restitusi pajak PT Telecom Mobile 8 yang diusut Kejaksaan Agung.

Baca Juga : KPK Tetap Patuh Pada Hukum Walaupun Diancam Oleh DPRD
Hary Tanoe Ditetapkan Sebagai Tersangka Oleh Mabes Polri

Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Komisaris Besar Polisi Martinus Sitompul melalui keterangan tertulisnya mengatakan, rencananya HT diperiksa sekitar pukul 09.00 WIB.

Awal mula kasus tersebut terjadi karena pihak Yulianto mendapatkan sebuah pesan singkat dari orang tidak dikenal pada 5 Januari 2016 sekitar pukul 16.30 WIB, dengan isi pesan.

‘Mas Yulianto, kita buktikan siapa yang salah dan siapa yang benar. Siapa yang profesional dan siapa yang preman. Anda harus ingat kekuasaan itu tidak akan langgeng. Saya masuk ke politik antara lain salah satu penyebabnya mau memberantas oknum-oknum penegak hukum yang semena-mena, yang transaksional yang suka abuse of power. Catat kata-kata saya di sini, saya pasti jadi pimpinan negeri ini. Di situlah saatnya Indonesia dibersihkan.’

Saat mendapatkan pesan tersebut, Yulianto awalnya tidak ingin mengubris pesan tersebut. Namun pada 7 Januari dan 9 Januari 2016 Yulianto kembali mendapatkan sebuah pesan yang dikirim dari aplikasi WhatsApp. Pesan yang dia dapat kali ini menggunakan forward pesan yang sama, namun ada beberapa kata yang ditambahkan oleh nomor tersebut. ‘Kasihan rakyat yang miskin makin banyak, sementara negara lain berkembang dan semakin maju.’

Setelah mendapatkan pesan kedua tersebut, Yulianto lansung melakukan pengecekan dan setelah mengecek, Yulianto merasa yakin bahwa pesan singkat tersebut dikirim oleh Hary Tanoesoedibjo. Yulianto kemudian melaporkan HT ke Siaga Bareskrim Polri atas dugaan melanggar Pasal 29 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi Transaksi Elektronik (ITE). Laporan Polisi (LP) Yulianto terdaftar dengan Nomor LP/100/I/2016/Bareskrim.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *