Hakim : Dana Yang Masuk Ke Rekening Amien Rais Tak Ditindaklanjutkan

Hakim Memutuskan Tidak Menindaklanjutkan Dana Yang Masuk Ke Amien Rais

Liputaninformasi – Majelis hakim persidangan kasus dugaan tindak pidana korupsi pengadaan alat kesehatan dengan terdakwa Siti Fadilah Supari memutuskan untuk tidak menindaklanjuti aliran dana dari yayasan Soetrisno Bachir Foundation ke Amien Rais. Hal tersebut disampaikan saat membacakan vonis terhadap Siti di pengadilan Negeri tipikor, Jakarta Pusat.

Hakim juga mengatakan bahwa adanya aliran dana atau trasfer ke rekening Soetrisno Bachir ataupun ke Amien Rais masih tidak bisa dikaitkan dengan pekara yang berlansung. ” Uang yang ditrasfer oleh Soetrisno Bachir tidak bisa dipastikan berasal dari proyek pengadaan Alkes (alat kesehatan)” Kata Majelis Hakim.

Hakim Memutuskan Tidak Menindaklanjutkan Dana Yang Masuk Ke Amien Rais

Sebelumnya, pada sidang tuntutan terhadap Siti Fadilah, nama Amien Rais muncuk sebagai fakta persidangan yang dibacakan jaksa penuntut umum KPK. Amien Rais juga diduga telah beberapa kali menerima uang dari Soetrisno Bachir yang berkaitan dengan pengadaan alat kesehatan.

“Adanya aliran dana dari Mitra Medidua Suplier PT Indofarma Tbk dalam pengadaan alkes dengan PAN yaitu Soetrisno Bachir, Nuki Syahrun, Amien Rais, Tia Nastiti (anak Siti Fadilah) maupun Yayasan Sutrisno Bachir Foundation sendiri,” kata Jaksa Penuntut Umum KPK Iskandar Marwanto saat membacakan tuntutan mantan Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari di pengadilan Tindak Pidana Korupsi(Tipikor) Jakarta, Rabu (31/5) malam.

Jaksa juga memberitahukan bahwa pemenang proyek pengadaan itu yaitu PT Indofarma Tbk yang ditunjuk langsung Siti Fadilah. Selain itu, Siti juga menerima pembayaran dari Kemenkus lalu membayar suplier alkes yaitu PT Mitra Medidua.

“Selanjutnya PT Mitra Medidua pada 2 Mei 2006 mengirimkan uang sebesar Rp 741,5 juta dan pada 13 November 2006 mengirimkan sebesar Rp 50 juta ke rekening milik Yurida Adlanini yang merupakan sekretaris pada Yayasan Sutrisno Bachir Foundation (SBF),” kata jaksa Iskandar.

Baca Juga : Sketsa Wajah Pelaku Penembakan Italia Chandra Kirana Putri di Tangerang
Hakim Memutuskan Tidak Menindaklanjutkan Dana Yang Masuk Ke Amien Rais

Terhadap dana itu, Nuki Syahrun selaku ketua Yayasan SBF memerintahkan Yurdia untuk memindahbukukan sebagian dana kepada rekening pengurus PAN, Nuki Syahrun dan Tia Nastiti (anak Siti Fadilah). Pengiriman dana dari PT Mitra Medidua kepada Yayasan SBF yang kemudian sebagian ditrasfer ke rekening Amien Rais.

“Rekening Yurida dipergunakan untuk menampung dana yang masuk kemudian sengaja dicampur dengan dana pribadi dengan maksud menyembunyikan asal-usul dan penggunannya. Buktinya tidak ada laporan keuangan yang dibuat baik oleh Yurida maupun Nuki Syahrun atas transaksi keuangan itu,” tambah jaksa Iskandar.

Terhadap dana yang masuk ke rekening milik Yurida selanjutnya Nuki selaku Ketua Yayasan SBF memerintahkan untuk memindahbukukan sebagian dana kepada pihak-pihak yang memiliki hubungan kedekatan dengan terdakwa di antaranya:

1. Pada 26 Desember 2006 ditransfer ke rekening Sutrisno Bachir sebesar Rp 250 juta
2. Pada 15 Januari 2007 ditransfer ke rekening Nuki Syahrun sebesar Rp 50 juta
3. Pada 15 Januari 2007 ditransfer ke rekening M Amien Rais sebesar Rp 100 juta
4. Pada 13 April 2007 ditransfer ke rekening M Amien Rais sebesar Rp 100 juta
5. Pada 1 Mei 2007 ditransfer ke rekening M Amien Rais Rp 100 juta dan rekening Nuki Syahrun sebesar Rp 15 juta
6. Pada 21 Mei 2007 ditransfer ke rekening M Amien Rais Rp 100 juta
7. Pada 13 Agustus 2007 ditransfer ke rekening M Amien Rais sebesar Rp 100 juta
8. Pada 2 November 2007 ditransfer ke rekening Tia Nastiti sebesar Rp 10 juta dan M Amien Rais sebesar Rp 100 juta.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *