Hacker Ganteng Lulusan SD Membobol 4600 Situs & Meraup Rp 4,1 Miliar, Ini Ceritanya

Hacker Ganteng Lulusan SD Membobol 4600 Situs

LiputanInformasi.com – Hacker atau peretas adalah orang yang mempelajari, menganalisis, memodifikasi, menerobos masuk ke dalam komputer dan jaringan komputer, baik untuk keuntungan atau dimotivasi oleh tantangan. Biasanya peretas ini melakukan aksinya tanpa diketahui oleh banyak orang.

Sudah banyak kasus-kasus kejahatan hacker yang memanfaatkan keuntungan dengan mengambil uang yang bukan miliknya.

Baru-baru ini, dikabarkan seorang pemuda telah ditangkap akibat meretas 4.600 situs yang ada di Indonesia. Pemuda yang bernama Sultan Haikal itu menjadi viral di media sosial. Pasalnya ia adalah remaja yang tak lulus Sekolah Dasar dan sekarang masih berumur 19 tahun.

Akibat keahliannya itu ia telah meraup sekitar Rp 4,1 miliar. Hasil yang paling banyak ia dapatkan adalah saat membobol situs tiket.comHal itu pun membuat remaja ganteng asal Tanggerang ini dijerat dengan Pasal 46 ayat (1), (2) dan (3) juncto Pasal 30 ayat (1), (2) dan (3) dan atau Pasal 51 ayat (1) dan (2) juncto Pasal 35 dan atau Pasal 36 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan atau Pasal 363 KUHP dan atau Pasal 3, Pasal 5 dan PAsal 10 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.

Hacker Ganteng Lulusan SD Membobol 4600 Situs – Read More: Kepolisian Meminta kasus Ahok Ditunda, Ini Tangapan Dari Kubu Anies-Sandi

Namun, setelah mempertanggung jawabkan perbuatannya itu, Haikal akan direkrut oleh Martinus Sitompul. “Setelah ia menjalani hukuman, Haikal akan direkrut sebagai ahli dalam membantu penegakan hukum. Tentu merangkul mereka penting dalam upaya untuk mencegah kerusakan-kerusakan dan kerugian,” kata Kabagpenum Divhumas Polri, Kombes (Pol) Martinus Sitompul di Mabes Polri, Jumar (7/4).

Sebelumnya, seorang wanita bernama Shabrina Jasmine yang mengaku sebagai kakak Haikal. Sharbrina menyebut Haikal sebagai sosok yang sangat pintar.

Dalam menjalankan aksinya, Haikal biasanya mengirimkan pesan kepada pengelola situs-situs besar bahwa situsnya  tidak aman. Tujuannya adalah agar situs tersebut memperketat keamanannya agar tidak di bobol oleh hacker lain. Tapi pihak situs yang diperingati, biasanya tak percaya dengan pesan yang disampaikan olehnya.

“Banyak situs yang nggak percaya sama peringatan adik saya, lalu webnya pun langsung dimasuki adik saya agar pihak webnya itu percaya,” kata Shabrina.

Haikal belajar secara otodidak. Dia punya kemampuan yang luar biasa di bidang IT. Soal sekolah yang tak lulus SMP, kuasa hukum Sultan Haikal, Ramdhan Alamsyah menyebut kliennya memang lebih berminat mempelajari IT daripada sekolah.

“Dia tidak sekolah bukan karena tidak mampu. Dia orang berada, tapi sejak SD memang dia tertariknya soal IT,” kata Ramdhan.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *