Gelar Sarjana Tidak Menjamin Kesuksesan. Ini 6 Miliarder Tanpa Gelar Bahkan Tidak Lulus Sekolah!

Gelar Sarjana Tidak Menjamin Kesuksesan

LiputanInformasi.com – Pendidikan memainkan peran penting dalam kesuksesan. Persepsi yang berkembang di masyarakat menunjukkan bahwa mereka yang tidak lulus akan merasa sulit mencapai apa yang mereka inginkan dalam hidup. Ternyata ini tidak begitu.

Bukti bahwa ada milyarder di dunia yang bisa sukses meski belum mendapat bank pendidikan tinggi. Seseorang? Ulasan berikut ditulis oleh Forbes, Sabtu (20/10/2017).

1. John Paul Dejoria
LOS ANGELES, CALIFORNIA, UNITED STATES - July 25, 2017: John Paul DeJoria, Co-Founder of the Paul Mitchell line of hair products and The Patrón Spirits Company, poses for a portrait at the John Paul Mitchell Systems office. ( Photo by Philip Cheung )
LOS ANGELES, CALIFORNIA, UNITED STATES – July 25, 2017: John Paul DeJoria, Co-Founder of the Paul Mitchell line of hair products and The Patrón Spirits Company, poses for a portrait at the John Paul Mitchell Systems office. ( Photo by Philip Cheung )

John Paul Dejoria, miliarder dari Amerika Serikat (AS), yang bisa mengubah jalan hidupnya dengan segala ketekunan. Dejoria, yang dulunya hanya bangkai kapal, bahkan tidak lulus SMA.

Tapi sekarang Dejoria telah berkembang menjadi konglomerat dengan harta lebih dari US$ 4 miliar. Dia terkenal dengan bisnisnya yaitu bisnis minuman.

2. Haim Saban

haimsaban-0930-1443629885

Saban memperoleh asetnya terutama dari media dan hiburan. Ia menjadi produser acara televisi Mighty Morphin Power Rangers. Dia adalah seorang imigran dari Mesir.

Pendidikan juga terbatas pada lulusan sekolah menengah. Saban tidak sempat bersenang-senang selama kuliah. Meski begitu, kekayaan miliarder Arab mencapai US$ 2,6 miliar.

3. David Green

david-green

David Green adalah miliarder Amerika dengan harta sebesar $ 4 miliar. Dia adalah pendiri toko ritel Hobby Lobby. Dalam memoarnya “Lebih dari sekedar hobi,” Green mengaku merasa tidak nyaman di SMA.

Dia juga disebut “the child aside”, yang berarti sulit mencari teman selama belajar. Akhirnya, dia memutuskan untuk pergi ke SMA.

Namun, miliarder ini mengklaim bahwa pengalaman dan pekerjaannya di sekolah menengah atas merupakan salah satu faktor yang dapat menjadikannya bisnis ritel yang sukses.

Gelar Sarjana Tidak Menjamin Kesuksesan
Baca Juga: Myanmar Masih Belum Mengizinkan Pengiriman Bantuan Untuk Rohingnya
4. Francois Pinot

Portrait_de_François-Henri_Pinault_pris_aux_journée_de_la_terre_en_2011_à_l'unesco_paris

Francois Pinot adalah orang kaya kelima di Prancis. Dia memiliki perusahaan merek fashion terkenal seperti Gucci, Stella McCartney, Alexander McQueen dan Yves Saint Laurent.

Dia meninggalkan sekolah pada tahun 1947, karena temannya mengolok-olok hidupnya dari keluarga miskin.

5. Nicholas Branson

0c007c396b25a1a14988af9c206e91da

Sir Richard Charles Nicholas Branson adalah seorang industrialis Inggris yang dikenal karena telah mendirikan 360 perusahaan di bawah naungan Virgin Group. Seseorang yang lahir pada tanggal 18 Juli 1950 pada usia 16 tahun menderita disleksia dan kekurangan sekolah.

Kemudian ia mendirikan bisnis pertamanya dalam bentuk bisnis ritel dengan sebuah band bernama Student Magazine. Perusahaannya kemudian berganti nama menjadi Virgin Record yang terkenal di dunia.

6. Amancio Ortega

amancio-ortega

Amancio Ortega meninggalkan sekolah pada usia 14 untuk bekerja di toko-toko lokal. Pada tahun 1975 ia mendirikan Zara, yang kemudian menjadi bisnis ritel terbesar di dunia. Kini ia menjadi orang terkaya kedua di dunia, yang mengalahkan miliarder Warren Buffett dan Mark Zuckerberg.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *