Eksepsi Ahok di Tolak, Ahok Mengucapkan Victory ke Arah Penonton Sidang

LiputanInformasi.com – Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menjalani sidang ketiga kasus penistaan agama dengan agenda putusan sela. Selasa (27/12), hakim memutuskan untuk menolak eksepsi Ahok yang dibacakan pada persidangan sebelumnya.

Menanggapi hal itu, kuasa hukum Ahok menyatakan jika mereka menerima keputusan tersebut. Meski begitu, Ketua tim, Trimoelja D. Soerjadi mengatakan jika pihaknya tetap merasa kecewa. Menurutnya, dasar hukum yang digunakan Jaksa Penuntut Islam (JPU) untuk menjerat Ahok kurang tepat.

“JPU tidak bisa mengungkapkan secara jelas adanya niat atau maksud perkataan yang dikatakan Basuki untuk menistakan agam Islam atau menghina para ulama,” ujar Trimoelja. Trimoelja mentakan jika pihaknya yakin Ahok adalah korban kriminalisasi. Ada oknum yang sengaja menyebarkan isu SARA untuk menjatuhkan cagub DKI tersebut.

Eksepsi Ahok – BACA JUGA >>> Aparat Detasemen Khusus 88 Tangkap Orang Terduga Teroris

“Bila ada yang menghembskan isu untuk atau agar orang lain tidak memilih seseorang dalam pilkada hanya karena berbeda keyakinan, hal itu sudah masuk pada perbuatan SARA dan melanggar hak asasi manusia, UUD 1945 dan UU Pilkada Pasal 68 ayat (4) huruf f yang isinya bertujuan memperkokoh NKRI dan kebangsaan,” imbuhnya.

Namun, menariknya Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok ini tidak terlihat kecewa usai mendengar esksepsinya di tolak. Ia justru sempat mengacungkan dua jari dan mengatakan “Victory (kemenangan)” ke arah penonton sidang. Ahok sendiri hingga kini beranggapan jika dirinya tidak bersalah. Ia bahkan menganggap dirinya sebagai pahlawan demokrasi dan kursi persakitan di pengadilan adalah singgasana.

“Saya minta, pengadilan akan panjang, tiap selasa saya duduk. Di kursi itu, yang saya pikir ini singgasana. Kenapa? Saya gak salah kok,” ujar Ahok. “Saya akan sedih, malu kalo sampai saya duduk karena korupsi. Ini mah saya anggap pahlawan demokrasi.”

Sementara itu, dengan ditolaknya eksepsi Ahok, maka persidangan kasus ini akan di lanjutkan. Peradilan selanjutnya akan digelar pada 3 Januari 2017, di Auditorium Kementrian Pertanian, Jalna Harsono, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Sumber: WowKeren.com

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *