Dua Pelaku Begal DPO Asal Surabaya Ditembak Mati Ditempat Saat Beraksi, Ini Nama & Kediamannya!

Dua Pelaku Begal DPO Asal Surabaya Ditembak Mati Ditempat Saat Beraksi

LiputanInformasi.com – Begal adalah salah satu t indakan kriminal seperti perampasan, pemerasan, perampokan, jambret, dan lain semacanya yang merugikan orang lain dan bersifat memaksa.

Dimana aksi perampasan sudah menyebar di seluruh masyarakat yang mengakibatkan masyarakat tersebut tidak berani berpergian keluar rumah dengan menggunakan perhiasan atau benda yang berharga sendirian. Alasannya adalah karena takut dibegal.

Selain itu juga ada yang menjelaskan bahwa begal adalah aksi perampokan paksa yang bisa memungkinkan pelaku untuk membunuh korban jika korban melakukan perlawanan atau jika pelaku merasa terancam dalam situasi itu.

Dua Pelaku Begal DPO Asal Surabaya Ditembak Mati Ditempat Saat Beraksi
Baca Juga: Militan ISIS Asal Singapura Mengajak Pangeran Harry Untuk Berduel

Contohnya adalah dua spesialis begal motor yang ada di Surabaya. Dua spesialis ini telah masuk ke dalam daftar pencarian orang (DPO) karena telah melakukan aksi begal hingga membunuh korban ditempat.

Rusli (37), warga Jalan Simomulyo Baru dan Muzem (25), warga Karang Asem Ploso telah ditangkap dan ditembak mati karena melakukan aksi perlawanan saat tertangkap sedang menjalankan aksinya di  jalan.

Kapolrestabes Surabaya Kombes M Iqbal mengatakan. “Kedua pelaku ditembak mati karena sudah lama diburu polisi. Selain itu, kedua pelaku juga dikenal sadis saat beraksi dengan tidak segan-segan melukai hingga membunuh korban yang melakukan perlawanan.”

“Modus dilakukan kedua pelaku ini para korban dipepet. Lalu motor korban dihentikan terus korban langsung di bacok dengan celurit,” terang mantan Kapolres Jakarta Utara tersebut, Selasa (26/9).

Dalam catatan kepolisian,  kedua pelaku sama-sama residivis, berulangkali masuk penjara. Setelah keluar, keduanya kembali melakukan aksi begal motor, dengan melukai para korbannya hingga menyebabkan kematian.

Aksi itu dilakukan di Rejosari, Benowo, Surabaya pada bulan Desember 2016, Januari 2017 di Perumahan Pondok Maritim, Wiyung Surbaya, Februari 2017 di Manukan Krajan dan Dukuh Pakis.

“Rata-rata korbannya ini serang dengan cara dibacok. Karena para korbannya itu berusaha melakukan perlawanan dan ingin mempertahankan motornya,” tutup Iqbal.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *