Dora Singarimbun di Bela Oleh Adiknya, Ini Penjelasan Yang Buat Hati Luluh

LiputanInformasi.com – Dora Singarimbun yang bekerja di Mahkamah Agung menjadi sorotan setelah beredar luas video wanita yang mengamuk dan mencakar-cakar polisi lalu lintas. Selain itu, kancing baju petugas lalu lintas pun terlepas dan handphonenya jatuh dengan keras ke jalan raya dan di ketahui bahwa handphone tersebut kemungkinan besar mengalami kerusakan.

Video Dora Singarimbun mengamuk dan mencakar polisi yang bertugas mendadak viral di media sosial. Dota yang di ketahui adalah seorang pegawai Mahkamah Agung (MA). Pihak MA sendiri membenarkan perempuan itu adalah pegawainya. Pihak MA mengungkapkan bahwa persoalan seperti ini jangan di perbesar karena kebenarannya masih belum di ketahui.

Dora sendiri adalah seorang pegawai Mahkamah Agung yang bertugas di bagian Biro Perencenaan. Setelah videonya tersebar, Dora mengaku bingung harus bagaimana untuk mengatakan kondisi yang sebenarnya. Karena ia menganggap bahwa kondisi di saat itu bukanlah seperti yang ada di video tersebut. Di ketahui bahwa video tersebut di ambil oleh petugas polisi lainnya.

Dora Singarimbun – Baca Juga >>> Ahok Menangis Di Sidang Perdana, Pendemo Kesal! Simak Videonya

Setelah banyak di kritik netizen, pihak Dora Singarimbun pun merespon tanggapan publik di media sosial melalui Desi Singarimbun, yang menyebut dirinya sebagai adik Dora Singarimbun. Desi menyampaikan klarifikasi di akun instagramnya @desisingarimbun pada Selasa malam.

Desi menulis:

Bapa Ibu yang terhormat terima kasih atas kritikan manis nya, saya hanya ingin sedikit menceritakan kejadian di tkp versi kk saya sendiri Dora Natalia Singarimbun. kk saya menegur polisi krn berdiri di jalan yang lancar dan mengatakan pak kalo mw mengatur lalu lintas di tempat yg macet jangan yg di jalan yg lancar, tapi polisi malah menghadang dan mengambil kunci mobil tanpa membuat surat tilang, (memang kk saya org nya tempramen) akhirnya kk saya turun dr mobil dan meminta kunci mobil dan di buatkan surat tilang klo mmg di dapati kesalahan berlalu lintas, tapi si polisi tdk kasi malahan polisi yg satu mengambil kesempatan dgn merekam kejadian disaat kk saya berusaha menggapai kunci yg di pegang polisi, seolah kk saya mencakar polisi.

sayangnya saat polisi mengembalikan kunci mobil kk saya sambil menginjak kaki kk saya yg tanpa sepatu dengan sepatu boot polisi itu tdk di rekam oleh teman nya yang juga seorang polisi. tapi ya itu lah sehebat apapun kita tetap kita manusia biasa yang lemah di mata Tuhan. saya pribadi tetap kk saya ada kesalahan tapi tidak utk kita hakimi.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *