Pangeran Arab Saudi ( Mohammad Bin Salman ) Di Sambut Hangat Oleh Donald Trump Saat Mengunjungi Gedung Putih

Donald Trump Menyambut Hangat Kedatangan Pangeran Arab Saudi

Liputaninformasi – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyambut lansung atas kedatangan Pangeran Arab Saudi Mohammad bin Salman di Gedung Putih. Pangeran Arab Saudi Mohammad bin Salman mengunjungi gedung putih untuk memenuhi undangan makan siang yang diundang lansung oleh Donald Trump.

Donald Trump menyambut lansung bin Salman di Oval Office. Namun, tidak ada sesi tanya jawab dengan media dalam pertemuan singkat sebelum makan siang tersebut. Dalam pertemuan singkat itu, penampilan keduanya terlihat sangat berbeda sekali, dari perbedaan umur sampai dengan pakaian yang dikenakan. Donald Trump berusia 70 tahun sementara bin Salman masih 31 tahun.

Pakaian yang dikenakan oleh Pangeran Arab juga terlihat sangat berbeda dengan Donald Trump. Jika Donald Trump menggunakan setelan remi kepresidenan, maka Pangeran Arab hadir dengan mengenakan bisht, jubah tradisional Arab untuk pria berwarna coklat dengan ornamen sulaman emas pada tepiannya.

Meski baru menjadi presiden Amerika selama beberapa bulan, Donald Trump terlihat sangat santai saat berbicara dengan Pangeran bin Salman, yang saat ini juga menjabat Menteri Pertahanan Arab Saudi. Pertemuan keduanya menyiratkan upaya menjalin hubungan yang lebih baik di antara kedua negara yang selama ini disebut tidak begitu baik.

Baca Juga :
Perbandingan e-KTP di Indonesia dan MyKad di Malaysia
Haji Lulung Resmi Mendukung Pasangan Nomor Urut Tiga
Donald Trump Menyambut Hangat Kedatangan Pangeran Arab Saudi

Pangeran Salman saat ini dipercaya Kerajaan Saudi untuk memimpin Vision 2030, yaitu reformasi mulai dari diversifikasi ekonomi yang tidak hanya mengandalkan minyak hingga wacana pemberdayaan perempuan.

Dalam pembicaraan tersebut, sangat diyakinin untuk membahas soal hubungan sistem ekonomi dan lapangan kerja, anti terorisme, Yemen dan Iran.

Pada masa pemerintahan sebelumnya, Obama disebut tidak terlalu memberi perhatian pada pemerintahan Saudi dan lebih fokus pada program nuklir Iran. Mantan Presiden Obama juga tahun lalu melarang penjualan amunisi khusus yang dibuat untuk Saudi, atas penolakan serangan Saudi ke Yemen yang menyebabkan jatuhnya korban ribuan warga sipil. Presiden Trump sempat mempertimbangkan mencabut larangan tersebut. Namun, pihak Gedung Putih mengatakan, keputusan tersebut masih memerlukan pembicaraan final.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *