Donald Trump Mengungkapkan Militer AS Siap Menghadapi Korea Utara ‘Little Rocket Man’

Donald Trump Mengungkapkan Militer AS Siap Menghadapi Korea Utara

LiputanInformasi.com – Presiden AS Donald Trump telah mengatakan kepada sekretarisnya bahwa dia menyia-nyiakan waktunya untuk mencoba bernegosiasi dengan Korea Utara mengenai program nuklirnya.

“Simpanlah tenagamu Rex, kita akan melakukan apa yang harus dilakukan!” tulis Trump di akun sosial media Twitternya setelah Amerika Serikat melakukan sedikit komunikasi dengan Pyongyang.

Rex Tillerson mengungkapkan perkembangan tersebut pada hari Sabtu, ia mengatakan bahwa Korea Utara kurang tertarik dengan dialognya.

AS yang telah melihat Korea Utara melakukan tes rudal berulang pun menginginkan Korea Utara untuk menghentikan program senjatanya. Bukan hanya itu, pada 3 September, Korea Utara telah menguji bom hidrogen mini yang bisa dimasukkan ke rudal jarak jauh yang diklaim sukses oleh Pyongyang.

Tapi upaya dialog tampaknya bertentangan dengan sikap Presiden Donald Trump sendiri terhadap masalah ini.

Donald Trump Mengungkapkan Militer AS Siap Menghadapi Korea Utara
Baca Juga: Polda Metro Jaya Resmi Menangkap Jonru Ginting

Pada hari Minggu (1/10), Trump menuliskan cuitan yang mengaju pada pemimpin Korea Utara itu: “Saya mengatakan kepada Rex Tillerson, sekretaris kita yang luar biasa, bahwa ia telah menyianyiakan waktunya untuk mencoba bernegosiasi dengan ‘Little Rocket Man‘.”

“Simpanlah tenagamu Rex, kita akan melakukan apa yang harus dilakukan!” lanjutan tweetnya.

Trump sendiri tidak menjelaskan apa maksud cuitannya tersebut. Ini bukan pertama kalinya Donald Trump berusaha melawan pejabat tinggi di era pemerintahannya.

Diketahui dalam beberapa bulan terakhir, kedua negara ini memang sedang terlibat dalam retorika panas. “Militer AS siap menghadapi Korea Utara,” ujar Trump pada bulan Agustus lalu.

Diketahui, Trump mengatakan hal tersebut sehari setelah Rex mengatakan bahwa pejabat AS berkomunikasi secara terbuka dengan Pyongyang. Komunikasi itu berjalan lancar meskipun ada pembahasan perang pada kedua pemimpin negara.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *