Ramai Kasus E-KTP, Ahok Perna Ungkap Cerita Mengejutkan Tentang Kasus Tersebut Di Depan Ratusan Polisi 2 Tahun Lalu

Cerita Ahok Tentang Kasus E KTP

Liputaninformasi – Sidang perdana Korupsi mega proyek E-KTP akan segera dimulai. Dan hal yang paling menarik dan menarik perhatian publik ini dikarenakan nanti akan keluar nama-nama besar di dalam persidangan. Hal tersebut juga sudah perna diungkapkan oleh ketua KPK dan berharap tidak ada guncangan dari masyarakat.

Meski masih belum adanya pernyataan resmi tentang siapa saja yang dimaksud, baru-baru ini beredar screenshoot di media sosial yang berisi nama politis terkait kasus E-KTP. Sebut saja salah satunya Gubenur Jateng Ganjar Pranowo, Menteri Hukum Dan Ham, Yasonna Laoly dan Gubernur DKI Nonaktif Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Semua lansung membantah bahwa nama mereka terseret dalam kasus E-KTP tersebut. Ganjar pun menjelaskan bahwa ada Oknum tertentu yang berspekulasi tentang motif politik di balik masalah itu. Hal tersebut juga dibantah oleh Ahok. Saat ditanya oleh wartawan, ia mengatakan bahwa dia merupakan orang yang paling menolak progam E-KTP tersebut.

Ahok mengatakan hal itu untuk mengomentari isu yang menyebut dirinya ikut menerima dana dari E-KTP saat masih menjadi anggota Komisi II DPR RI. “Saya paling keras menolak e-KTP. Saya bilang pakai saja bank pembangunan daerah, semua orang mau bikin KTP pasti ada rekamannya kok. Ngapain habisin Rp 5 triliun.”

Baca Juga :
Ahok Tertawa Saat di Tuding Dapat Dukungan dari Jokowi di Pilkada DKI
Raja Salman Memperpanjang Masa Liburan Di Bali, Polda Bali Akan Tetap Memberikan Keamanan Kepada Raja Salman

Cerita Ahok Tentang Kasus E KTP

Selain itu, Ahok juga mengaku bahwa bukan hanya kali ini dia bersuara lantang terkait kasus KTP elektronik tersebut. Dua tahun lalu, mantan politisi Partai Golkar ini pernah menuturkan upaya membungkam dirinya saat masih menjadi anggota Komisi II DPR RI. Cerita ini disampaikan secara lansung oleh Ahok saat dirinya menjadi pembicara dalam Seminar Sespimma Polri, di Balai Agung, Kamis (11/6/2015).

Menurut Ahok, upaya tersebut dilakukan Nurul Arifin yang kala itu diminta oleh petinggi Partai Golkar. “Saya masih ingat Nurul Arifin ngomong begini ke saya, ‘Hok, ini fraksi ngomong ke gue nih, lu mau dipindahin dari Komisi II. Karena kasus e-KTP, lu itu terlalu galak dan ribut-ribut melulu, mana lu mau bikin pembuktian terbalik, UU Pemilukada, macem-macem, jadi lu mau dipindahin’,” kata Basuki menirukan ucapan Nurul.

Pada saat itu, kata Ahok, dia bertanya kembali kepada Nurul mengenai Komisi mana dia akan dipindahkan. Nurul kemudian menjawab, Ahok akan dipindahkan ke Komisi VIII DPR RI yang membidangi agama. Ahok kemudian menjawab Ok, dan akan membongkar semua mark up dana naik haji.

“Saya bilang lagi, ‘Oke, kasih tahu tuh fraksi ya,nanti kalau gue di Komisi VIII, gue bongkar tuh mark up dana naik haji semuanya’.”

Cerita Ahok Tentang Kasus E KTP

Nurul kemudian kembali melaport ke Fraksi Golkar. Beberapa hari kemudian, Nurul kembali mendatangi Ahok. Kali ini, Nurul yang bertanya dan memberikan kebebasan kepada Ahok untuk bergabung dengan komisi mana yang dia mau. “Sekarang lu mau gabung ke komisi mana? Asal jangan gabung di Komisi II lagi karena komisi lagi bikin UU Pemilukada dan keberadaan lu ngerepotin’,” cerita Ahok meniru ucapan Nurul.

Setelah mendengar penjelasan itu, Ahok kembali menjawab dengan santai. “Di komisi mana pun gue berada, pasti keberadaan gue buat lu orang sakit kepala,” kata Basuki. Nurul kemudian menjawab. “Ya sudah, lu tetap di Komisi II saja, tapi jangan banyak ngomong ya,” kata Nurul kepada Basuki.

Cerita Basuki ini membuat ratusan polisi dan Kepala Lembaga Pendidikan Polri Komjen Syafruddin yang hadir pada acara itu tertawa terbahak-bahak.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *