Bupati Dedi Berjanji Akan Membantu Ibu Yang Di Gugat Ananknya Rp 1,8 M

Bupati Dedi Berjanji Akan Membantu Ibu Yang Di Gugat Ananknya

Liputaninformasi – Seorang ibu digugat anaknya sebesar Rp 1,8 miliar di Pengadilan Negeri Garut karena utang piutang. Awal mulanya anak keenam Siti Rokayah (83) meminjam uang kepada saudarinya, Yani Suryani sebesar RP 42 juta. Nah, Siti Rokayah bersedia menandatangani surat rumahnya sebagai jaminan. Dari 42 Juta itu, baru 22 Juta yang dibayar. Hingga masih ada sisa utang Rp 20 juta.

Namun entah kenapa tiba-tiba Yani Suryani putrinya, dan suami Handoyo Adianto menggugatnya senilai Rp 1,8 miliar. Keduanya beralasan jumlah Rp 1,8 miliar itu adalah bungan hutangnya selama ini. Keluarga besar Siti Rokayah berniat untuk membayar utang itu sebesar Rp 120 Juta. Namun Yani dan Handoyo menolak. Mereka bersikeras keluarga harus membayar sebesar Rp 1,8 miliar dan keduanya juga membawa kasusu ini ke jalur hukum perdata.

Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (PTPA) Kabupaten Garut, Jawa Barat, menyatakan kasus tersebut merupakan kategori kekerasan terhadap lanjut usia (lansia). “Menurut kami gugatan yang dilakukan anak kandung dan menantu terhadap ibunya itu merupakan bentuk kekerasan terhadap lansia,” kata Ketua Bidang Advokasi P2TP2A Kabupaten Garut, Nitta Kusnia Widjaja kepada wartawan di Garut, Jumat (24/3/2017).

Baca Juga :
Ahok Tertawa Soal DKI Belum Open Governance Menurut Anies
Menurut Pedagang Kecil Jakarta, Ahok Bisa Menang Telak Jika Tidak Menjadi Tersangka
Bupati Dedi Berjanji Akan Membantu Ibu Yang Di Gugat Ananknya

Kasus tersebut kemudian terdengar oleh Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi yang kemudian lansung bertolak ke Garut untuk bertemu lansung dengan Siti Rokayah. Waktu bertemu dengan Siti dan mendengar semua penjelasannya, Dedi mengaku siap untuk menjadi kuasa hukumnya. Dedi kemudian mengajak Siti untuk melawan balik putri dan menantu yang sudah berani menggugatnya sampai Rp 1,8 miliar.

Dedi mengaku terenyuh saat melihat kasus ini. Bagaimana mungkin seorang anak tega untuk menuntut sang ibu yang sudah membesarkannya selama ini. Dedi kemudian berjanji akan menggunakan pendekatan kekeluargaan. Tetapi dia juga tidak gentar, jika sang anak dan menantu lebih memilih jalur hukum. Dedi kemudian kembali mengancam akan menggugat mereka kembali dengan kasus pasal pemerasan.

Mendengar pengakuan dari Dedi, Siti pun berterima kasih kepada Dedi. Dia mengaku lebih tenang dengan adanya bantuan lansung dari Dedi. Dan dia berharap masalah ini bisa diselesaikan secara kekeluargaan.

Mungkin dari kasus ini bisa menjadi pembelajaran bagi kehidupan manusia lainnya dalam memaknai arti dari kehadirang seorang ibu.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *