Buni Yani Memenuhi Panggilan Polda Metro Jaya Terkait Video Ahok

LiputanInformasi – Pengunggah video Ahok saat berpidato terkait surat Al Maidah 51, Buni Yani datang memenuhi panggilam Polda Metro jaya. Dalam rangka untuk menjalani pemeriksaan terkait video penistaan agama.

Menurut informasi yang didapat, Buni Yani bersama kuasa hukumnya Aldwin Rahardia tiba di polda sekitar jam 09.40 WIB.

“Ya harus, sebagai warga negara yang baik, kalau dimintai keterangan atau konfirmasi sebagai saksi harus, kita akan dampingi,” kata Aldwin.

Kabareskrim Polri Komjen Ari Dono Sukmanto mengatakan pemeriksaan terhadap Buni Yani dilakukan untuk mengklarifikasi diunggahnya video pidato Ahok di Kepulauan Seribu. Pidato Ahok yang menyebut surat Al-Maidah 51 itu kini diselidiki polisi atas laporan dugaan penistaan agama.

Selain memenuhi panggilan untuk diperiksa. Buni Yani juga berniat untuk melaporkan dua orang dari Komunitas Advokat Muda  Basuki – Djarot yakni Muanas Alaidi dan Guntur Romli. Menurut pandangan Aldwin, mereka sudah bisa menjadi tersangka, karena Ahok juga sudah menjadi tersangka.

“Jadi kita ini melengkapi BAP, saksi-saksi sudah disiapkan kemarin sudah diperiksa beberapa orang. Nah ini kita menambahkan BAP bukti-bukti terkait bukti-bukti screenshot orang-orang yang selama ini mencemarkan nama baik pak Buni. Karena Pelaku provokasi dan menebarkan kebencian itu semua kita kumpulkan kita akan serahkan ke penyidik,” ujar Aldwin.

“Kedua bahwa dengan dinyatakan pa Ahok sebagai tersangka secara tidak langsung apa yang dituduhkan kepada pak Buni Yani terbantahkan. Malah sekarang polisi menaikkan status penyidikan dan sudah gelar perkara atas laporan pak Buni,” ujarnya.

Aldwin dalam kesempatan sebelumnya menegaskan Klien saya tidak pernah menyunting video pidato Ahok di Kepulauan Seribu pada 27 September 2016. Dia mengklaim hanya mengunggah ulang video berdurasi 31 detik tersebut.

Aldwin pun menjelaskan bahwa Fitnah yang ditumpahkan ke Buni Yani akan mendapatkan hukuman selama 6 tahun penjara.

Seperti diberitakan, pemilik akun Facebook si Buni Yani melaporkan Komunitas Advokat Pendukung Ahok-Djarot di Sentra Pelayanan Polda Metro Jaya.

Aldwin dalam kesempatan sebelumnya menegaskan Buni Yani tidak pernah menyunting video pidato Ahok di Kepulauan Seribu pada 27 September 2016. Dia mengklaim hanya mengunggah ulang video berdurasi 31 detik tersebut.

Untuk Berita Lainnya Silakan Klik Disini

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *