Buni Yani Diperiksa Badan Reserve Kriminal Polri

Buni Yani Diperiksa

Penyidik Badan Reserse Kriminal Polri mengadakan pemeriksaan Buni Yani sebagai saksi dalam kasus dugaan penistaan agama oleh calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Buni Yani dijadwalkan diperiksa pada pagi ini, Kamis (10/11).

Untuk memenuhi panggilan dari Penmas Mabes Polri, Buni Yani hadir sekitar pukul 09.20 WIB di gedung Bareskim. ” Saya  sudah siap untuk diperiksa, ” ucap Buni Yani di Gedung Bareskim.

Buni Yani juga sudah menyediakan video tersebut dan disimpannya didalam HandPhone miliknya.

Sebelumnya Buni Yani mengakui ada kesalahan saat mentranskrip kata-kata Ahok, ketika Ahok tengah pidato di Pulau Seribu. Kesalahan yang dimaksud adalah tidak adanya kata “pakai”.

Pengakuan itu dikatakan Buni Yani saat menjadi pembicara dalam sebuah acara di stasiun televisi swasta. Meski begitu, dia membantah tudingan sebagai pihak yang melakukan pengeditan foto.

Buni Yani juga mengaku bukan orang pertama yang menggunggah video yang sudah dipotong-potong. Dia justru dapat dari sebuah media bernama Media NKRI yang disebar luas di facebook. ( Buni Yani Diperiksa )

Atas kasus ini pula, Buni Yani dilaporkan oleh Kelompok Relawan Komunitas Muda Ahok-Djarot ke Polda Metro atas dugaan pelanggaran Pasal 28 UU No 11 tahun 200x tentang ITE.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen (Pol), Boy Rafli Amar menyebut Buni Yani berpotensi sebagai tersangka karena tindakannya menyebarluaskan informasi di Facebook, sehingga viral dan kemudian menyulut kemarahan publik.

Sementara itu, kuasa hukum Buni Yani, Aldwin Rahardian, menegaskan, kehadiran kliennya bukan sebagai pelapor atau terlapor.

“Jadi begini, kedatangan kita hari ini kita diundang Bareksrim Mabes Polri, bukan dikarenakan  Pak Buni sebagai terlapor atau  pelapor. Dan kasusnya berada di Polda Metro Jaya. Kedatangan kami ke sini atas kasus penistaan agama, yang dikaitkan dengan kasus pak Ahok dan dimintai pak Buny sebagai saksi” jelas Aldwin.

Menurut dia, Buni diperiksa lantaran namanya sering disebut oleh para saksi yang sudah diperiksa polisi. Termasuk Ahok.

“Jadi Bareskrim Mabes Polri ingin meminta kita untuk memberikan informasi. Karena namanya disebut-sebut dalam pemeriksaan sebelumnya oleh beberapa saksi, termasuk Pak Ahok,” ujar Aldwin.

Pemeriksaan ini, kata Aldwin bisa menjadi ajang untuk mengklarifikasi yang selama ini ditudingkan kepada kliennya.

Berita lainnya klik disini

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *