Buni Yani Dengan Tegas Membantah Mengedit Video Ahok

Buni Yani Dengan Tegas Membantah Mengedit Video Ahok

Liputaninformasi – Terdakwa Buni Yani kembali menegaskan bahwa dirinya tidak perna memotong penggalan video Ahok terkait surat Al-Maidah 51. Buni Yani yang berstatus terdakwa hanya menyebarkan video tersebut.

“Saya memang tidak memotong. Saya dapat dari media NKRI. Itu sudah saya katakan dalam BAP. Nah, bagimana kami akan membuktikan ini? Jadi ini saya ambil dari media NKRI, dan download dan masuk ke folder hape saya,” kata Buni Yani usai sidang eksepsi, di di Gedung Perpustakaan dan Arsip Kota Bandung, Jalan Seram, Kota Bandung, Selasa (20/6).

Video yang berdurasi 30 detik yang membuat Ahok masuk kedalam penjara itu sampai saat ini menjadi barang bukti mulai dari penyidikan sampai ke meja pengadilan. Buni Yani juga mengatakan bahwa handphone yang saat ini menjadi barang bukti tidak memiliki aplikasi editan sama sekali.

“Bahwa dalam hp saya. Enggak ada aplikasi untuk lakukan editing. Jadi saya dapat dari orang lain. Enggak ada perangkat lain atau dipindahkan ke laptop untuk diedit,” ujarnya.

Baca Juga : Hakim : Dana Yang Masuk Ke Rekening Amien Rais Tak Ditindaklanjutkan
Buni Yani Dengan Tegas Membantah Mengedit Video Ahok

Oleh karena itu Kuasa Hukum Buni Yani Aldwin Rahadian menyangkal penerapan pasal 28 ayat 22 UU ITE dan menolak dakwaan jaksa dengan pasal 32 ayat 1 UU ITE.‎ Pasal 32 yang didakwakan JPU disebutkan, bahwa Buni Yani memotong video Ahok tersebut.

“Itu yang kita eksepsi, kenapa (pasal 32 ayat 1) muncul tiba-tiba? Dari mulai proses penyelidikan, penyidikan, Buni Yani diperiksa, di-BAP, saksi fakta, Ahli diperiksa, tidak ada yang menyangkut soal pasal 32 ayat 1,” tegas Aldwin di tempat sama.

“Tiba-tiba (pasal 32) muncul disampul berkas perkara. Ini kan sesuatu yang menurut kami dilanggar dan bisa membatalkan proses persidangan dan dakwaan batal demi hukum,” terangnya.

Menurut Aldwin, Dalam video tersebut sudah dipastikan bukan fitnah atau menjadikan pemicu pertentangan, melainkan fakta dilapangan terkait adanya penistaan agama. Buktinya Ahok yang berada dalam video tersebut sudah dinyatakan bersalah karena telah menistakan suatu agama.

“Publik tahu, apa yang dikatakan Buni Yani bukan fitnah. Karena saudara Ahok yang mengatakan soal (Quran Surat) Al-Maidah, sudah diputus hukum, dan itu sudah inkrah,” tegasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *