Sidang Ahok Ke-20, Banyak Massa Kontra Ahok Minta Orasinya Didengar Hakim Dan Jaksa

Banyak Massa Kontra Ahok Minta Orasinya Didengar Hakim Dan Jaksa

Liputaninformasi – Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menjalani sidang ke-20 di Auditorium Kementerian Pertanian dalam kasus penistaan agama. Dalam sidang yang sedang berlansung, masyarakat yang kontra Ahok juga terlihat mengawal jalannya sidang. Menurut pantauan, masyarakat kontra Ahok berada di luar gedung persidangan dan lebih banyak dibandingkan dengan masa pendukung Ahok.

Masa tersebut terus meminta agar Hakim dan Jaksa menuntut Ahok dengan seberat-beratnya. “Kami berharap kepada aparat hukum terutama hakim dan jaksa untuk menuntut Ahok dengan maksimal, jangan ada unsur politik dalam menegakkan hukum di Indonesia,” ujar koordinator orasi di mobil komandonya.

Lengkap menggunakan pakaian serba putih dan membawa bendera merah putih serta bendera ormas para masyarakat kontra Ahok ini semangat berorasi. Selain itu, masa juga terlihat sering membaca sholawat ketika berada di luar gedung persidangan. “Allahuakbar, Allahuakbar, Allahuakbar,” teriak para peserta orasi.

Baca juga : Ahok Disebukan Sebagai Gubenur jakarta Terbaik Oleh Media Australia
Banyak Massa Kontra Ahok Minta Orasinya Didengar Hakim Dan Jaksa

Menurut mereka, penegakan hukum dalam kasus agama yang melibatkan Ahok ini masih tidak maksimal dan pilih kasih. Mereka juga mengatakan bahwa mereka masih tidak bisa terima jika Ahok hanya dihukum satu tahun, apalagi hanya masa percobaan. “Mari kita terus berjuang untuk membela agama kita, mari kita berdoa agar Hakim bijak dalam menegakkan hukum yang ada di Indonesia dan menghukum saudara Ahok dengan maksimal,” seru peserta orasi.

Aparat Kepolisian juga terlihat turut mengawal aksi peserta orasi. Diarea tersebut juga sudah disediakan Mobil Water Cannon dan Barracuda yang bertujuan untuk menjaga keamanan masa yang berkumpul. Pihak polisi juga sudah memisahkan masyarakat yang Pro dan Kontra Ahok dengan jarak 200 meter, hal ini diharapkan bisa meredam kerusuhan yang tidak di inginkan. “Seperti biasanya saat persidangan yang lalu, kami memberi jarak kepada peserta orasi,” ungkap Purwanto, salah satu personel TNI sedang berjaga di luar Gedung Kementerian Pertanian.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *