Arab Saudi dan Israel saling membantu meningkatkan Ekonomi

Arab Saudi dan Israel saling membantu dalam meningkatkan kerja sama

Liputaninformasi – Arab Saudi dan Israel saling membantu, Arab Saudi dan Israel kini tengah membangun kerja sama ekonomi. Arab Saudi memiliki kekayaan yang sangat besar yang didapat dari minyak, sangat merupakan nilai kekuatan dari keluarga Kerajaan Saudi baik di dalam maupun luar negeri. Wilayah ini dahulu merupakan wilayah perdagangan terutama di kawasan Hijaz antara Yaman-Mekkah-Madinah-Damaskus dan Palestina. Pertanian yang dihasilkan Arab Saudi adalah dengan perkebunan kurma dan gandum serta peternakan yang menghasilkan daging serta susu dan olahannya. Arab Saudi bertumpu pada sektor Minyak bumi dan Petrokimia setelah ditemukannya sumber sumber minyak tahun 1939.

Israel merupakan salah satu negara termaju di Asia Barat Daya dalam hal pembangunan ekonomi dan industri. Negara ini menduduki peringkat nomor 3 di kawasan tersebut. Walaupun sumber daya alam Israel terbatas, pembangunan yang intensif pada sektor agrikultur dan industri selama puluhan tahun menjadikan Israel dapat berswasembada pangan. Impor Israel terdiri atas bahan bakar fosil, bahan-bahan mentah, dan peralatan militer. Komoditas ekspor utama Israel meliputi buah-buahan, sayur-sayuran, obat-obatan, peranti lunak, bahan-bahan kimia, teknologi militer, dan intan.

Arab Saudi dan Israel saling membantu dalam meningkatkan kerja sama

Arab Saudi dan Israel kini tengah membangun kerja sama ekonomi. Kedua negara yang merupakan musuh Iran tersebut akan memulai kerja sama dari skala kecil, termasuk mengizinkan perusahaan Israel beroperasi di Teluk dan maskapai Negeri Bintang Daud El Al menyambangi wilayah udara Arab Saudi.

Kabar itu juga semakin menguatkan dugaan bahwa hubungan kerja sama dengan Israel ini turut berperan dalam keputusan Saudi dan Liga Arab yang memutus hubungan dengan Qatar dan meminta negara itu menyetop sokongan kepada Hamas.

Namun menurut laporan, Palestina menentang kerja sama ini lantaran khawatir pemulihan hubungan Arab dan Israel akan mengabaikan pendirian negara Palestina.

Pada Mei lalu The Wall Street Journal melaporkan Saudi telah merampungkan proposal untuk mengajukan pemulihan hubungan diplomatik dengan Israel jika pemerintahan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu bersedia memberi sinyal positif terhadap perdamaian dengan Palestina, seperti menghentikan pembangunan pemukiman di Tepi Barat dan melonggarkan aturan perdagangan di Jalur Gaza.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *