Anies Menyalahkan Program Infrastruktur Ahok Yang Jadi Penyebab Macet di Jakarta

Anies Menyalahkan Program Infrastruktur Ahok

LiputanInformasi.com – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengeluh dan sangat marah karena enam program infrastruktur yang dimulai di era Basuki Thahaja Purnama ditunda. Karena keterlambatan perkembangan, penduduk ibukota akhirnya harus kelebihan beban.

Karena macet, PT Transportasi Jakarta harus mencari rute alternatif. Enam program adalah flyover Pancoran, simpang tak sebidang Bintaro Permai-rel kereta api, simpang tidak sebidang Cipinang Lontar, underpass Kartini, underpass Mampang-Kuningan, dan underpass Matraman-Salemba.

Anies menuduh mantan pemimpin tersebut telah membuat kemacetan di ibu kota. Pasalnya, banyak proyek infrastruktur yang digol-kan pemerintah terdahulu. Sebenarnya, dia menyebutkan bahwa ada 10 titik pengembangan yang dikerjakan tanpa melewati prosedur yang benar.

“Ada 10 titik pembangunan infrastruktur, 10 titik belum pernah dilakukan lalu lintas amdal lalin, kelestarian lingkungan dan analisis lalu lintas sehingga proyek berdampak pada lalu lintas yang tidak mereka duga,” katanya kepada DKI Jakarta, Rabu (11/1).

Mantan Menteri Pendidikan bertanya-tanya mengapa konstruksi bisa dilakukan, namun Amdalnya tidak dibuat. Dia menduga pembangunan infrastruktur tidak memiliki izin mendirikan bangunan (IMB).

“Amdal lalin dulu baru keluar IMB, baru kemudian bisa berjalan. Amdal lalinnya tidak ada, kemudian IMBnya ga mungkin keluar,” jelasnya.

Anies Menyalahkan Program Infrastruktur Ahok
Baca Juga: Myanmar Masih Belum Mengizinkan Pengiriman Bantuan Untuk Rohingnya

Sementara itu, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno, mengakui bahwa modal tersebut ditangguhkan dalam mengatasi kemacetan dalam pembangunan infrastruktur. Ia mengatakan hal ini setelah meninjau langsung pembangunan Proyek Penyeberangan Bawah Tanah Mampang-Kuningan, yang menjadi biang keladinya di Jakarta Selatan, Selasa (17/10).

“Apalagi dengan enam proyek besar yang saat ini sedang berjalan,” jelasnya.

Ia telah menunjukkan bahwa ia telah diberi pekerjaan khusus oleh Anies untuk mengatasinya karena ia sudah memiliki pengalaman dalam membangun infrastruktur. Kemudian politisi Gerindra juga melewati semua proses pembangunan infrastruktur jalan yang seharusnya selesai pada bulan Desember tahun ini, tidak akan selesai.

“Saya katakan bahwa enggak diharapkan bisa siap di bulan Desember sesuai dengan rencana awal, kelemahan dalam perencanaan dan koordinasinya,” katanya.

Sandy menjelaskan bahwa angkutan umum juga harus bertujuan mengurangi kemacetan. Rasakan bus Transjakarta pada hari pertama kerja. Dia mengatakan kepada dewan PT Transjakarta untuk terus berinovasi, sehingga orang pindah ke Transjakarta.

“Jadilah inovatif, mencari permainan sementara berikan kemudahan untuk warga, disini kita bisa memastikan bahwa dalam jangka pendek rata-rata waktu ketika penggunaan angkutan umum tidak terlalu berbeda dengan penggunaan mobil pribadi dan harga yang lebih murah”, dia menyimpulkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *