Alasan M Iriawan Digeser dari Kapolda Metro Jaya & Inilah Tugas Penting Untuk Kapolda Metro Yang Baru

Alasan M Iriawan Digeser dari Kapolda Metro Jaya

LiputanInformasi.com – Kapolri Jenderal Tito Karnavian  menggeser Irjen Pol Mochamad Iriawan dari jabatan Kapolda Metro Jaya. Mutasi Jabatan ini tercantum dalam Surat Telegram Polri dengan nomor ST/1768/VII/2017 tertanggal 20 Juli 2017.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengungkapkan, ia menggeser Iriawan karena dianggap memiliki prestasi yang sangat baik selama menjabat sebagai Kapolda Metro Jaya.

“Penangkapan kasus-kasus besar cukup banyak, narkotika ini dalam sejarah pengungkapan narkotika yang terbesarlah di zamannya Pak Iriawan,” kata Tito saat ditemui di gedung Semesco, Jakarta selatan, Kamis 20 Juli 2017.

Selain itu, sejak dilantiknya Iriawan pada 23 September 2016, M Iriawan dihadapkan pada sejumlah tugas yang berat, dari mengawal aksi bela Islam berjilid-jilid sampai mengawal jalannya Pilkada DKI Jakarta 2017.

Diketahui prestasi M Iriawan yang paling mencolok ialah pengungkapan kasus pembunuhan di Pulomas, Jakarta Timur, hingga pengungkapan penyelundupan sabu 1 ton beberapa waktu lalu.

Maka dari itu, kata Tito. “Sebagai bentuk apresiasi, Iriawan bakal menempati posisi sebagai Asisten Operasional Kapolri.”

Alasan M Iriawan Digeser dari Kapolda Metro Jaya
Baca Juga: Jokowi Menegaskan Untuk Menembak Lansung Pengedar Narkoba Jika Melawan

Terkait hal tersebut, Kapolda Metro Jaya baru dinilai akan memiliki banyak tugas-tugas penting. Kasus penting tersebut adalah kasus penyerangan terhadap penyidik senior KPK Novel Baswedan yang sampai sekarang kasusnya tak kunjung terungkap.

Sebelumnya, kepolisian menjalin kerja sama dengan KPK untuk mengungkapkan kasus ini. Namun Polda Metro Jaya masih tetap kesulitan dalam pengungkapan kasus tersebut.

“Saat ini memang belum terungkap, namun insya Allah ke depan akan segera terungkap,” ungkap Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Rikwanto di Mabes Polri, Jakarta.

“Yang jelas kasus Novel merupakan salah satu PR untuk Kapolda Metro Jaya yang baru nantinya, yaitu Inspektur Jenderal Idham Azis,” lanjutnya.

Selain itu, kasus Rizieq Shihab juga menjadi tugas Idham Azis. Rikwanto mengungkapkan bahwa semua kasus tetap berjalan sesuai dengan prosedur. Tak ada maslaah dengan pergantian pimpinan, pimpinan yang baru tinggal menyelesaikan tugas-tugas yang sudah ada.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *